Kadin Gresik dan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dorong Lulusan SMK Pesantren Siap Industri

beritajatim.com
7 jam lalu
Cover Berita

Gresik (beritajatim.com)- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik bersama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lulusan SMK berbasis pesantren semakin siap memasuki dunia kerja, dan menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang saat ini.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pemberian program sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) kepada 50 siswa kelas XII SMK berbasis pondok pesantren di sela-sela kunjungan Menko Bidang Pemberdayaan Muhaimin Iskandar di Ponpes Ihyaul Ulum Gresik, Gresik, Sabtu (8/8/2026).

Program ini menjadi bagian dari penguatan link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kadin Gresik menilai sertifikasi kompetensi penting untuk memastikan lulusan pendidikan vokasi tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga mempunyai keahlian yang terukur dan diakui dunia kerja.

Ketua Kadin Gresik M. Choirul Rizal mengatakan, kebutuhan industri terhadap tenaga kerja kompeten harus dijawab sejak bangku pendidikan. Karena itu, siswa SMK berbasis pesantren perlu mendapatkan akses terhadap sertifikasi profesi sebagai bekal memasuki pasar kerja.

“Kami ingin mendorong agar lulusan SMK berbasis pesantren memiliki bekal yang lengkap. Tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur dan diakui,” katanya.

Menurut dia, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Dengan kompetensi yang telah teruji, lulusan diharapkan mempunyai daya saing lebih kuat ketika mencari pekerjaan.

Dorongan terhadap penguatan SDM tersebut semakin relevan dengan perkembangan Gresik sebagai salah satu kawasan industri besar di Jawa Timur. Pertumbuhan industri harus diikuti peningkatan kapasitas masyarakat lokal agar manfaat ekonomi yang tercipta dapat dirasakan lebih luas.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menuturkan, besarnya aktivitas industri di Gresik harus mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ia mengingatkan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton ketika investasi dan industri tumbuh di daerahnya.

“Kita tidak ingin masyarakat Gresik menjadi penonton seiring dengan industrinya terus tumbuh, tetapi masyarakatnya tetap miskin dan yang kaya justru yang di luar Gresik. Itu yang tidak kita inginkan,” ungkap menteri yang akrab disapa Cak Imin ini.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV), Kadin Gresik, dan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Gresik.

Kerja sama itu diarahkan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan industri, serta lembaga pendidikan vokasi. Tujuannya membangun sistem pendidikan dan pelatihan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja. [dny/ian]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Kerahkan Tim Keslap-DVI Tangani Kebakaran Gedung Bapenda DKI
• 8 jam lalu
0
thumb
Dukung Kawasan Urban Berkelanjutan, BTN Tanam 10 Ribu Mangrove di Bali
• 21 jam lalu
0
thumb
Seskab Teddy: Anak Putus Sekolah Berani Bermimpi Besar di Sekolah Rakyat
• 11 jam lalu
0
thumb
Ismi Ulfaida Jadi Siswa Sekolah Rakyat Pertama yang Lolos sebagai Calon Paskibraka Nasional
• 6 jam lalu
0
thumb
Polda Jabar Ungkap 195 Kasus Narkoba dan Musnahkan 25 Ribu Botol Miras
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.