UNM Mulai Terapkan MKWPU 18 Agustus, Prof Andi Aslinda Ungkap Terobosan Akademik Baru

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Universitas Negeri Makassar (UNM) mulai menerapkan Mata Kuliah Wajib Penciri Universitas (MKWPU) pada 18 Agustus 2026. Program baru tersebut menjadi terobosan akademik yang didorong Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof Dr Andi Aslinda.

MKWPU dirancang untuk memperkuat identitas lulusan UNM melalui kompetensi tambahan di luar bidang keilmuan program studi. Penerapannya menjadi bagian dari pembaruan akademik UNM pada tahun akademik 2026/2027.

Aslinda menegaskan MKWPU tidak sekadar menambah daftar mata kuliah dalam kurikulum. Program tersebut diposisikan sebagai salah satu ciri khas yang melekat pada lulusan UNM.

“MKWPU ini meneguhkan identitas lulusan UNM. Insya Allah inovasi akademik ini akan diterapkan tahun akademik ini yang komando perkuliahannya akan dimulai 18 Agustus mendatang,” kata Aslinda saat membuka Workshop Finalisasi Penyusunan Bahan Ajar MKWPU UNM di Hotel Grand Claro Makassar, Sabtu (8/8/2026).

Menurut dia, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan sesuai disiplin ilmu masing-masing.

Mahasiswa juga perlu memiliki kompetensi tambahan yang mencerminkan karakter institusi sekaligus relevan dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Dalam rancangan MKWPU, UNM menetapkan empat bidang utama yang akan menjadi materi penciri universitas.

Keempatnya meliputi literasi sains, teknologi dan seni, kewirausahaan, serta pendidikan inklusi.

Materi tersebut diharapkan memperluas perspektif mahasiswa. Selain menguasai kompetensi akademik sesuai program studi, mahasiswa juga didorong memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, berwirausaha, dan memahami keberagaman.

“Capaian ini tentu karena sinergi dan kolaborasi yang terjalin baik selama ini. Mulai dari program studi, LP2MP serta bidang akademik di Universitas Negeri Makassar. Semoga kerja keras kita senantiasa bernilai ibadah,” ujarnya.

Libatkan 60 Dosen

Persiapan penerapan MKWPU kini memasuki tahap finalisasi bahan ajar. UNM melibatkan 60 dosen dari berbagai program studi dalam proses tersebut.

Jajaran bidang akademik UNM bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) serta para ketua program studi untuk memastikan materi yang disiapkan sesuai dengan tujuan program.

Workshop finalisasi yang berlangsung hingga Minggu (9/8/2026) menjadi salah satu tahapan penting sebelum MKWPU resmi masuk ke ruang perkuliahan.

Ketua LP2MP UNM, Dr Ismarli Muis, mengatakan penyusunan modul telah dikerjakan sejak beberapa bulan sebelumnya.

“Finalisasi dilakukan karena mata kuliah ini sudah akan diterapkan pada tahun akademik 2026/2027 bagi mahasiswa baru, baik program sarjana maupun mahasiswa pascasarjana,” kata Ismarli.

Ia berharap seluruh bahan ajar dapat dituntaskan sesuai jadwal sehingga tidak menghambat pelaksanaan MKWPU pada tahun akademik baru.

“Mohon doa dan dukungannya agar finalisasi modul bahan ajar ini bisa rampung besok. Insya Allah Plt Rektor UNM juga akan hadir menutup workshop ini,” ujarnya.

Setelah modul dinyatakan final, UNM akan melanjutkan persiapan melalui Training of Trainer (ToT).

Pelatihan tersebut akan diikuti dosen yang nantinya dipercaya menjadi pengampu MKWPU. Tahapan ini diperlukan untuk menyamakan pemahaman mengenai materi, metode pembelajaran, hingga target capaian mahasiswa.

Kurikulum Baru untuk 130 Program Studi

Pembenahan akademik UNM tidak berhenti pada penerapan MKWPU. Aslinda juga memastikan kurikulum baru akan diterapkan pada 130 program studi mulai tahun akademik 2026/2027.

Pembaruan tersebut menjadi bagian dari upaya UNM menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perkembangan pendidikan tinggi sekaligus kebutuhan mahasiswa.

Dengan demikian, perubahan yang dilakukan tidak hanya menyentuh struktur mata kuliah, tetapi juga diarahkan pada penguatan kompetensi dan karakter lulusan.

Aslinda berharap sinergi antara bidang akademik, LP2MP, program studi, dan para dosen dapat memastikan seluruh agenda pembaruan berjalan optimal.

Pembukaan workshop turut dihadiri sejumlah dekan di lingkungan UNM serta Asisten Direktur Pascasarjana UNM, Prof Dr Risma Niswaty, S.S., M.Si.

Melalui MKWPU dan penerapan kurikulum baru, UNM menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang masing-masing, tetapi juga memiliki identitas akademik yang kuat sebagai bagian dari almamater. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lensa Berbicara: Apel Kebangsaan Jaga Jakarta, Wujud Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat
• 7 jam lalu
0
thumb
Damkar Sisir Tumpukan Kertas di Gedung Bapenda DKI Cegah Api Muncul Lagi
• 6 jam lalu
0
thumb
Update Gempa M 3,2 Guncang Bogor, Getaran Dirasakan Kuat di Pamijahan
• 9 jam lalu
0
thumb
Buntut Kebakaran Kantor Bapenda, DPRD Desak Pramono Cek Berkala Semua Gedung Milik Pemprov Jakarta
• 1 jam lalu
0
thumb
Berlinang Air Mata, Istri Korban Begal Curhat ke KDM: Dia Abis Shalat Tahajud
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.