Presiden Taiwan Lai Ching-te mengawasi latihan serangan pantai pada hari Sabtu (8/8) dalam latihan perang tahunan yang digelar di tengah meningkatnya ketegangan dengan China. Dia menyaksikan pengerahan drone tempur yang terbang rendah untuk mensimulasikan menangkis serangan China.
Taiwan memulai latihan Han Kuang pada hari Rabu lalu. Berlangsung selama 10 hari, latihan ini berfokus pada kesiapan tempur Taiwan terhadap potensi invasi oleh China.
Pemerintah China menganggap pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai wilayahnya sendiri, dan telah bersumpah untuk menguasainya, bahkan dengan kekerasan jika perlu. Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing tersebut.
Dalam latihan militer pada hari Sabtu (8/8), Lai menaiki kapal rudal serang cepat di pangkalan angkatan laut di kota Kaohsiung, Taiwan selatan, dari mana ia menyiarkan pesan kepada para pelaut yang ikut serta.
"Tujuan latihan Han Kuang adalah untuk menggunakan pasukan sungguhan, medan sungguhan, dan peralatan sungguhan untuk menguji koordinasi komando, respons tempur, dan kemampuan pertahanan tanah air," katanya, dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (8/8/2026).
"Dalam menghadapi ancaman dan tantangan eksternal, pemerintah akan terus berupaya memperkuat kemampuan pertahanan, memberikan dukungan terbesar kepada militer dan Penjaga Pantai," kata Lai, tanpa menyebut langsung China.
"Saya juga berharap semua orang akan merespons secara aktif selama latihan dan memperkuat koordinasi dan saling pengertian, sehingga Anda dapat menanggapi segala macam situasi dan menjaga kedaulatan nasional serta keselamatan rakyat dengan kekuatan tempur yang solid," imbuhnya.
(ita/ita)






Komentar (0)