Pengamat Soroti Kelemahan John Herdman usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

medcom.id
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pengamat sepak bola nasional Kesit B. Handoyo mengungkap sejumlah evaluasi setelah Timnas Indonesia gagal melaju dari fase grup Piala AFF 2026. Menurut Kesit, kegagalan tersebut memperlihatkan sejumlah kelemahan mendasar Skuad Garuda di bawah asuhan John Herdman.
 
Kesit B. Handoyo, yang akrab disapa Bung Kesit, menilai Herdman belum menemukan formasi dan komposisi pemain ideal untuk Timnas Indonesia.
 
Perubahan taktik serta rotasi pemain yang cukup masif dari laga melawan Kamboja, Timor Leste, Vietnam, hingga Singapura menunjukkan bahwa Herdman belum memiliki kerangka tim yang konsisten, terutama ketika sejumlah pemain utama absen.

“John Herdman belum menemukan formasi yang ideal ketika pemain-pemain seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Oleh Romeny, dan Justin Hubner itu tidak ada. Kualitas pemain pelapis belum bisa menyamai pemain utama, jadi Herdman seperti masih coba-coba,” kata Bung Kesit saat dihubungi Medcom.id, Sabtu (8/8/2026).
  Herdman Tidak Punya Plan B
Di samping persoalan kedalaman skuad, Bung Kesit juga menyoroti pola permainan yang diterapkan John Herdman. Menurutnya, skema permainan satu-dua sentuhan dengan Thom Haye sebagai kreator serangan di lini tengah sebenarnya telah berjalan sesuai rencana.
 

Baca Juga :

Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, John Herdman dan Pemain Disemprot Suporter

Namun, masalah muncul ketika para pemain pelapis tidak mampu menjalankan instruksi taktis tersebut secara optimal. Selain itu, jajaran pelatih dinilai belum memiliki skema alternatif yang dapat digunakan ketika strategi utama tidak berjalan efektif.
 
“Sebagus apa pun strategi, ketika sebagian pemain tidak bisa menjalankan keinginan pelatih, pasti tidak berjalan mulus. Herdman hanya menyiapkan satu pola, ketika buntu, plan B belum terlihat,” tegasnya.
  Tentang Lolos ke Piala Dunia 2030
Bung Kesit mengimbau publik agar tidak terburu-buru menjadi pesimis terhadap peluang Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Menurutnya, PSSI perlu memberikan ruang bagi John Herdman untuk menjalani proses evaluasi secara bertahap.
 
“Terlalu pagi untuk menentukan nasib pelatih sekarang. Kita gagal di AFF itu mengecewakan, tapi karena ada target lebih besar yang ingin dituju, biarkan tim ini berproses sambil dilakukan evaluasi,” jelas Kesit.
 

Baca Juga :

8 Catatan Menarik Usai Singapura Imbangi Indonesia di Piala AFF 2026

Ujian berikutnya terhadap perkembangan taktik Herdman akan hadir pada ajang FIFA ASEAN Cup. Kesit menilai turnamen tersebut dapat menjadi tolok ukur penting untuk melihat sejauh mana perbaikan Skuad Garuda setelah kegagalan di Piala AFF 2026.
 
“Jika di FIFA ASEAN Cup tidak ada perkembangan signifikan, PSSI harus mulai berpikir apakah Herdman bisa dipertahankan,” pungkasnya.
 
(Ahmad Raul)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KAH)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI-Polri Selidiki KKB Pelaku Penembakan di Festival Lembah Baliem
• 2 jam lalu
0
thumb
BPIP Ingatkan Dosen Muda Jaga Nasionalisme Saat Studi di Luar Negeri
• 15 jam lalu
0
thumb
Jasindo Dorong Kesadaran Asuransi Rumah di Tengah Program 3 Juta Rumah
• 3 jam lalu
0
thumb
Mardani Ali Sera Lihat Kabinet Bayangan Bukan Sindiran ke Parlemen: Ini Memperkuat Fungsi DPR
• 8 jam lalu
0
thumb
Chelsea Hajar AC Milan 3-0, Xabi Alonso Ungkap Kesan Mendalam soal Atmosfer Satdion Gelora Bung Karno
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.