Simbol Nazi Ditemukan di Rumah Remaja Pelaku Penembakan Sekolah di Thailand

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Simbol Nazi ditemukan di rumah seorang remaja berusia 14 tahun yang menjadi pelaku penembakan massal di sebuah sekolah di Nonthaburi, Thailand. Polisi menyebut bendera Nazi tersebut berada di halaman rumah dan merupakan milik paman pelaku.

Rumah tersebut menjadi salah satu lokasi yang diperiksa polisi setelah remaja itu menembak mati kakek dan neneknya sebelum berangkat ke sekolah pada Jumat (7/8).

Polisi Kolonel Thadsakorn Konthong, Kepala Kantor Polisi Bang Bua Thong, mengatakan remaja tersebut menembak kedua kakeknya sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

"Senjata api dan pelurunya milik sang kakek," kata Thadsakorn kepada Reuters.

Polisi menemukan tanda-tanda bahwa senjata tersebut sebelumnya dicari di kamar tidur sang kakek. Setelah menembak kedua kakeknya, pelaku kemudian menaiki mobil antar-jemput sekolah sambil membawa senjata dan puluhan peluru.

Rumah tempat pelaku tinggal bersama kedua kakeknya berada di Bang Bua Thong, sekitar 90 menit perjalanan dari pusat Bangkok. Rumah tersebut dikelilingi pepohonan dan pagar beton serta berada di kawasan permukiman yang relatif sepi.

Di halaman rumah, polisi menemukan sebuah bendera berwarna merah dan putih dengan simbol Nazi. Menurut polisi, bendera tersebut merupakan milik paman pelaku.

Belum diketahui apakah keberadaan bendera tersebut memiliki kaitan dengan motif penembakan. Polisi hingga kini masih menyelidiki motif remaja tersebut.

Pelaku kemudian tiba di sekolahnya, Debsirin Nonthaburi School, yang berjarak sekitar 18 kilometer dari rumahnya. Ia menembaki sejumlah orang di sekolah sebelum akhirnya menembak dirinya sendiri.

Total korban jiwa mencapai delapan orang pelaku. Selain korban jiwa terdapat pula puluhan korban luka.

Secara keseluruhan, remaja tersebut diketahui menggunakan sedikitnya 26 peluru. Polisi juga menemukan 34 peluru lainnya dalam penguasaannya.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan pelaku diduga mengalami stres akibat tekanan sekolah. Menurut Anutin, tindakan pelaku juga menunjukkan bahwa penembakan telah direncanakan.

"Dia mengalami stres karena studinya. Tindakannya disengaja. Dari apa yang kami lihat, dia telah memiliki rencana," kata Anutin kepada wartawan setelah mengunjungi lokasi penembakan.

Menurut keterangan polisi, pelaku dikenal sebagai siswa yang pendiam, tidak terlalu mudah bergaul, tetapi memiliki prestasi akademik yang cukup baik. Selain sekolah, dia juga mengikuti les pada akhir pekan dan diketahui bermain gim tembak-menembak hingga tengah malam.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kencan Singkat Suzuki XL7 Hybrid di GIIAS 2026: Kenyamanan SUV Keluarga
• 13 jam lalu
0
thumb
1 Juta Sarjana Menganggur, Pemerintah Perlu Terobosan Ciptakan Lapangan Kerja
• 6 jam lalu
0
thumb
Peristiwa 8 Agustus: Berdirinya ASEAN hingga Pilgub DKI Jakarta Pertama Secara Langsung
• 11 jam lalu
0
thumb
Prabowo dan Para Profesor: Riset adalah Kunci Kedaulatan
• 11 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Sepak Terjang dan Perjalanan Hidup Bahlil Bisa Jadi Insipirasi Generasi Muda
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.