Danantara Buka Akses 200 Ribu Rumah, DP Mulai 1% hingga Tenor 30 Tahun

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara memperluas akses kepemilikan rumah pertama melalui penyediaan pilihan hunian dan pembiayaan secara terintegrasi, termasuk bagi generasi muda.

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, masyarakat, termasuk pembeli rumah pertama dari kalangan Gen Z, membutuhkan akses yang lebih mudah untuk membandingkan hunian sekaligus memperoleh informasi mengenai skema pembiayaan yang sesuai kemampuan finansial.

"Kami ingin menghadirkan ekosistem yang memudahkan masyarakat memiliki rumah. Dalam satu tempat, calon pembeli dapat melihat berbagai pilihan hunian sekaligus memperoleh akses ke alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan finansial mereka," kata Rosan dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Sabtu (8/8).

Menurut dia, pendekatan itu diperlukan karena tantangan kepemilikan rumah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan hunian, tetapi juga kemudahan memperoleh informasi, membandingkan proyek, serta menentukan skema pembiayaan yang sesuai.

Danantara akan menghadirkan ekosistem tersebut melalui Danantara Housing Expo 2026 pada 27-30 Agustus di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK, Jakarta.

Dalam kegiatan itu, masyarakat akan memperoleh akses terhadap lebih dari 200.000 pilihan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR.

Calon pembeli juga dapat berkonsultasi dengan pengembang, bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta bank syariah untuk memperoleh simulasi pembiayaan perumahan.

Berdasarkan keterangan Danantara, sejumlah alternatif pembiayaan yang akan ditawarkan antara lain uang muka atau DP mulai 1%, suku bunga atau margin mulai 2,75%, tenor hingga 30 tahun, serta skema angsuran bertahap.

Rosan mengatakan beragam pilihan itu diharapkan dapat membantu masyarakat menyesuaikan keputusan pembelian rumah dengan kondisi finansial masing-masing.

"Rumah-rumah itu juga dirancang agar dapat dibeli masyarakat dengan suku bunga yang lebih menarik serta mekanisme pembayaran yang lebih baik," ujarnya.

Danantara mencatat tantangan kepemilikan hunian juga berkaitan dengan perubahan karakteristik penghasilan generasi muda.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 mencatat sekitar 81 juta anak muda di Indonesia belum memiliki hunian pribadi.

Danantara juga menyebut survei Deloitte pada 2026 menyatakan hampir 30% Generasi Z memiliki pekerjaan sampingan, yang menunjukkan sumber penghasilan generasi muda semakin beragam. Menurut Rosan, perubahan pola kerja dan sumber penghasilan ini perlu direspons dengan pendekatan pembiayaan yang lebih adaptif.

Danantara mendorong kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) properti, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), lembaga pembiayaan, dan pengembang untuk menyederhanakan proses masyarakat memperoleh rumah pertama.

"Kolaborasi lintas-sektor ini menjadi penting agar masyarakat tidak lagi dihadapkan pada proses yang rumit ketika ingin memulai langkah memiliki rumah pertama," ujar Rosan.

Ia berharap integrasi pilihan hunian, informasi, dan pembiayaan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah sekaligus mendukung penyediaan hunian yang lebih inklusif.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026 Usai Imbang 1-1 Lawan Singapura
• 15 jam lalu
0
thumb
FAA perintahkan inspeksi pesawat Boeing 737 MAX terkait retakan
• 18 jam lalu
0
thumb
Kronologi Kasus Mutilasi di Depok, Berawal dari Pemuda Kenal di Media Sosial dan Ngaku Risih Disentuh Pria Paruh Baya
• 7 jam lalu
0
thumb
Ini Live Streaming Piala AFF 2026: Singapura Vs Timnas Indonesia
• 21 jam lalu
0
thumb
Nonton Live Streaming Singapura Vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.