San Francisco (ANTARA) - Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA) Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan inspeksi terhadap ratusan pesawat Boeing 737 MAX untuk mendeteksi retakan pada badan pesawat, seraya memperingatkan bahwa kerusakan yang tidak terdeteksi dapat membahayakan integritas struktural.
Dalam sebuah Perintah Kelaikudaraan (Airworthiness Directive/AD) yang dikeluarkan pada Kamis (6/8), FAA mengatakan bahwa perintah tersebut berlaku untuk pesawat Boeing 737 MAX 8, MAX 9, dan MAX 8-200 tertentu serta berdampak terhadap sekitar 471 pesawat yang terdaftar di AS.
Perintah itu, yang mulai berlaku pada 10 September, dipicu oleh laporan mengenai retakan pada tali pengikat (bear strap) di sudut atas depan bukaan pintu dapur (galley) depan, menurut FAA.
"FAA mengeluarkan AD ini untuk mengatasi retakan pada kulit badan pesawat dan tali pengikat, yang dapat menyebabkan ketidakmampuan elemen struktural utama untuk menahan beban batas dan berdampak buruk terhadap integritas struktural pesawat," kata FAA.
Boeing mengatakan pihaknya telah melakukan analisis teknik untuk menentukan penyebab retakan tersebut dan sedang mengupayakan perubahan teknik guna mencegah hal itu terjadi di masa mendatang, menurut laporan media.
Dalam sebuah Perintah Kelaikudaraan (Airworthiness Directive/AD) yang dikeluarkan pada Kamis (6/8), FAA mengatakan bahwa perintah tersebut berlaku untuk pesawat Boeing 737 MAX 8, MAX 9, dan MAX 8-200 tertentu serta berdampak terhadap sekitar 471 pesawat yang terdaftar di AS.
Perintah itu, yang mulai berlaku pada 10 September, dipicu oleh laporan mengenai retakan pada tali pengikat (bear strap) di sudut atas depan bukaan pintu dapur (galley) depan, menurut FAA.
"FAA mengeluarkan AD ini untuk mengatasi retakan pada kulit badan pesawat dan tali pengikat, yang dapat menyebabkan ketidakmampuan elemen struktural utama untuk menahan beban batas dan berdampak buruk terhadap integritas struktural pesawat," kata FAA.
Boeing mengatakan pihaknya telah melakukan analisis teknik untuk menentukan penyebab retakan tersebut dan sedang mengupayakan perubahan teknik guna mencegah hal itu terjadi di masa mendatang, menurut laporan media.






Komentar (0)