Grid.ID - Seorang pemilik Konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang bernama Candra Waskito (25) ditemukan tewas di sebuh bagasi mobil. Ia ditemukan tak bernyawa di mobil Honda Jazz miliknya yang terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Jenazah Candra ditemukan pada Kamis (6/8/2026) sore. Tak hanya dibunuh, Candra juga diduga jadi korban perampokan. Kini, polisi telah menangkap dua terduga pelaku pembunuhan. Satu terduga pelaku ditangkap tim gabungan dari Polres Semarang dan Polda Jateng di Kota Semarang. Satu terduga pelaku lainnya ditangkap di Kabupaten Semarang.
Terkait motif pembunuhan bos konter di Ambarawa tersebut, pihak kepolisian masih mendalaminya. Lantas bagaimana kronologi bos konter Ambarawa dirampok hingga ditemukan tewas di bagasi mobil sendiri? Simak penjelasannya.
Kronologi Bos Konter Ambarawa Dirampok hingga Ditemukan Tewas di Bagasi Mobil Sendiri
Seperti diketahui, kasus pembunuhan Candra Waskito (25), pemilik Konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang hingga kini masih ramai menjadi sorotan publik. Melansir Kompas.com, kasus ini bermula dari dugaan pencurian dengan kekerasan di konter milik korban.
Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti mengatakan, kasus pembunuhan itu terungkap ketika dua karyawan Konter Royal Phone, M Danu (21) dan M Fahmi (19), pulang dari Salatiga sekitar pukul 02.30 WIB.
Danu dan Fahmi bermaksud kembali ke konter. Namun, saat mengetuk pintu, tidak ada respons dari dalam sehingga mereka memutuskan pulang ke rumah masing-masing.
"Peristiwa bermula ketika dua karyawan konter M Danu (21) dan M Fahmi (19) pulang dari Salatiga sekira pukul 02.30 dan bermaksud kembali ke konter. Saat itu, mereka sempat mengetuk pintu, namun tidak ada respons dari dalam sehingga keduanya memutuskan pulang ke rumah masing-masing," terang Ririh, dikutip dari Tribun Jateng, (7/8/2026).
Sementara itu, saksi bernama Nurul menyebut sekitar pukul 03.00 WIB, Candra masih berada di dalam konter.
"Jam tiga mereka baru datang dari Salatiga. Yang lain pulang, pemilik (Candra) masih di konter," ujar Nurul.
Konter Ditemukan Berantakan di Siang Hari
Danu lantas kembali ke konter untuk bekerja pada pujyk 14.00 WIB. Namun, pintu masuk masih tertutup sehingga ia mengintip melalui celah pintu. Danu pun curiga karena kondisi ruangan sudah berantakan.
Ia lantas mendobrak pintu belakang untuk memastikan situasi sebelum lapor ke Polsek Ambarawa. Nurul mengatakan, sebelum pintu didobrak, nomor telepon Candra sudah tidak bisa dihubungi. Selain itu, sejumlah telepon seluler diduga hilang dari dalam konter. Bahkan, mobil Honda Jazz milik Candra juga tidak berada di lokasi.
"Mas Chandra dihubungi tidak aktif. Saya suruh anak-anak (karyawan) dobrak pintu dari belakang," katanya.
Korban Ditemukan Tewas di Grobogan
Setelah menerima laporan dugaan pencurian dengan kekerasan di Konter Royal Phone, polisi lantas ikut mencari keberadaan Candra yang tidak diketahui sejak dini hari. Tak disangka, korban ditemukan meninggal di dalam bagasi mobil Honda Jazz berwarna hitam miliknya yang terparkir di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Polisi menduga Candra menjadi korban pencurian dengan kekerasan. Namun, penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi, termasuk keterkaitan antara dugaan perampokan di konter dengan penemuan korban di Grobogan.
Temuan Polisi
Dilansir TribunJateng.com, petugas menemukan bercak darah dan serpihan tulang di lokasi kejadian di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Sementara di lokasi penemuan korban, polisi menemukan 53 telepon seluler yang masih berada di dalam mobil korban di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
"Kalau pemeriksaan di konter ditemukan bercak darah, kemudian juga ada serpihan tulang. Dugaan sementara serpihan tersebut merupakan bagian dari tulang kepala korban. Tetapi saat ini kami masih menunggu hasil autopsi dari RS Bhayangkara Semarang," ujar AKBP Heru, Jumat (7/8/2026).
Demikianlah kronologi bos konter Ambarawa dirampok hingga ditemukan tewas di bagasi mobil sendiri. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)