Suasana sore yang cerah disambut hangat dan sukacita beberapa warga keturunan Tionghoa di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). Mereka berduyun-duyun mendatangi Kelenteng Dhanagun (Hok Tek Bio). Beberapa hiasan dipasang di halaman rumah ibadah tersebut, menandakan adanya hal istimewa yang sedang disambut.
Hari itu, warga keturunan Tionghoa hadir ke tempat ini untuk menggelar sembahyang dan perayaan Sejit Yang Mulia Kong Co Kwan Kong 2026. Sejit merupakan istilah untuk peringatan hari kelahiran bagi dewa, dewi, atau tokoh suci (Shen Ming) dalam tradisi kepercayaan warga Tionghoa. Pada hari tersebut, warga Tionghoa bersembahyang dan menggelar perayaan. Hal ini sebagai wujud bakti serta mengenang keteladan dan kebajikan dari dewa atau leluhur.
Sejit Kong Co Kwan Kong adalah upacara sembahyang dan perayaan hari lahir Dewa (Kong Co) Kwan Kong. Dewa Kwan Kong adalah sosok yang bermuasal dari jenderal perang kerajaan China bernama Guan Yu. Jenderal Guan Yu ini sangat dihormati karena watak baik dan jiwa kesatrianya sebagai seorang pemimpin.
Meski digambarkan berpostur besar, berwajah merah, bersorot mata tajam, dan berjenggot lebat dengan imaji menyeramkan, Guan Yu atau Kwan Kong memiliki sederet sifat mulia. Kejujuran, kecerdasan, keberanian, integritas, kepercayaan, keadilan, dan rasa belas kasih yang tinggi membuatnya diangkat dan dipuja sebagai dewa pelidung bernama Kwan Kong setelah mangkat. Guan Yu hidup di masa Kerajaan Tiga Negeri di China tahun 160-219 Masehi.
Dalam kepercayaan China, penyematan Dewa Perang bagi Kwan Kong bukan semata-mata karena jenderal yang tangguh dalam peperangan. Dewa Perang ini dianggap merepresentasikan nilai luhur dari keberanian, kepemimpinan, keadilan, serta menegakkan kebaikan dan kebenaran.
Jangankan anak buah, rakyat, atau kolega sederajatnya, Guan Yu bahkan tidak mau mengkhianati, mengorbankan, atau membunuh lawan yang lemah dan mengalami kekalahan. Atas sifat mulianya ini, Kwan Kong, sang Dewa Perang, diyakini sebagai dewa pelindung dan penolak malapetaka perang.
Perayaan Sejit Kong Co Kwan Kong diawali dengan menyiapkan dua tandu (joli) yang dijadikan tempat meletakkan dua rupang penting dalam upacara ini. Joli pertama yang disiapkan di dekat pintu kelenteng untuk diisi rupang Houw Ciong Kun atau macan kendaraan para dewa. Sementara joli utama yang disiapkan di sekitar altar kelenteng untuk meletakkan rupang Kwan Kong.
Tak lama kemudian, rangkaian sembahyang Sejit Kwan Kong dimulai. Umat mengikuti doa di depan rupang Kwan Kong di altar utama. Setelah doa bersama, kemudian dilakukan pembacaan teks Sabda Kong Co Kwan Kong. Sabda Kong Co Kwan Kong ini berisi nilai-nilai keteladanan dan ajaran kebaikan yang dimiliki Kwan Kong.
Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan selebrasi Sejit Kwan Kong. Upacara ditandai dengan umat minum segelas air bersama-sama. Mereka tertawa dan bersukacita. Ini merupakan simbol kegembiraan dan kebahagiaan akan kelahiran Guan Yu atau Kwan Kong.
Setelah selebrasi usai, berikutnya adalah pemindahan rupang Kwan Kong dari altar ke dalam tandu joli. Acara ini berjalan dengan khidmat, penuh doa umat dan gemuruh tabuhan gendang musik pengiring. Tak hanya itu, sejumlah naga liong dan barongsai juga berbaris di halaman kelenteng tatkala digelar ritual ini. Ritual yang dilakukan umat hingga naga liong dan barongsai ini menyiratkan bahwa alam semesta menyambut dan menghormati Dewa Kwan Kong.
Setelah ritual ini usai, rangkaian perayaan pun dimulai, diawali dengan berbagai atraksi seni hiburan, seperti naga liong, hingga penampilan atraksi seni bela diri wushu. Atraksi seni ini juga menarik perhatian masyarakat umum yang berkumpul memenuhi halaman kelenteng. Mereka berbaur bersama dengan penuh sukacita menikmati atraksi hiburan yang disajikan.
Setelah atraksi hiburan disajikan, ritual sembahyang dilanjutkan dengan Tangsin. Ritual Tangsin adalah mendatangkan roh dewa ke dalam tubuh seorang umat dalam upacara perayaan warga keturunan Tionghoa ini. Berbagai rangkaian dilakukan dalam ritual ini, mulai menyayat lidah hingga menuliskan rajah ke tubuh umat lainnya.
Rajah ini diyakini membawa keberuntungan serta menjauhkan energi negatif hingga malapetaka. Maka, tak heran ketika ritual ini berlangsung, warga yang memercayai hal tersebut berbondong-bondong berusaha memperoleh rajah dan dengan rela berdiri dalam antrean.
Perayaan Sejit Kong Co Kwan Kong 2026 akhirnya tiba pada rangkaian akhir, yaitu arak-arakan gotong joli keliling halaman kelenteng. Arak-arakan diawali dengan penampilan barong Kilin. Barong khas berwarna hijau ini merupakan simbol makhluk suci dalam mitologi China. Sosok makhluk ini melambangkan keberuntungan, kebajikan, kemakmuran, dan umur panjang.
Setelah atraksi tarian barong Kilin, dua joli yang telah disiapkan dibawa keluar kelenteng untuk diarak. Arak-arakan pertama dengan menggotong joli berisi rupang Houw Ciong Kun. Setelah itu dilanjutkan dengan mengarak joli yang berisi rupang Dewa Kwan Kong. Keluarnya joli rupang Kwan Kong ini dimeriahkan dengan penyalaan kembang api sebagai simbol penyambutan sang dewa.
Arak-arakan kedua joli disambut cukup meriah. Umat bergantian menggotong joli. Masyarakat umum melihat arak-arakan tersebut dengan penuh sukacita.
Perayaan Sejit Kong Co Kwan Kong 2026 di Kelenteng Dhanagun, Bogor, ini menjadi potret dimuliakannya nilai-nilai kebaikan. Kehormatan dan kewibawaan yang tergambarkan dalam sosok Dewa Kwan Kong adalah buah nilai-nilai kebaikan yang dimiliki, diamalkan, dan diteladankan sosok pemimpin tersebut.
Jiwa kepemimpinan yang baik dan sifat kesatria akan membuat pemimpin lebih mengayomi serta membawa kedamaian, energi positif, dan kebaikan lain bagi rakyat dan lingkungan sekitarnya. Semua kebaikan itu menciptakan kedamaian dan kesejahteraan.






Komentar (0)