Ketika Chanel mengumumkan Jung Kook BTS sebagai Global Ambassador Fragrance & Beauty pada 2025, kolaborasi tersebut langsung menjadi sorotan penggemar dan industri kecantikan global. Kini, penyanyi asal Korea Selatan itu kembali tampil dalam kampanye terbaru Chanel dengan memperkenalkan Chanel 1957, salah satu parfum paling ikonik dari rumah mode asal Prancis tersebut.
Jung Kook BTS Tampil dalam Kampanye Chanel 1957
Alih-alih mempromosikan parfum pria terbaru, Chanel mengambil pendekatan yang berbeda. Jung Kook justru mengajak publik mengenal Chanel 1957, parfum beraroma white musk yang telah menjadi bagian dari koleksi eksklusif Les Exclusifs de Chanel.
Pilihan ini menunjukkan bahwa Chanel ingin menekankan nilai utama parfum sebagai bentuk ekspresi diri, bukan sekadar produk yang dikategorikan berdasarkan gender.
Kisah di Balik Parfum Chanel 1957
Dalam video kampanye terbaru, Jung Kook berbincang langsung dengan Olivier Polge, perfumer internal Chanel yang merancang berbagai wewangian ikonik maison tersebut.
Melalui percakapan tersebut, Polge menjelaskan bahwa Chanel 1957 dirancang sebagai skin scent, yaitu parfum yang menyatu secara alami dengan aroma kulit pemakainya. Karakter white musk yang lembut dipadukan dengan komposisi elegan menciptakan aroma yang halus, nyaman dikenakan, namun tetap meninggalkan kesan mendalam.
Nama 1957 sendiri memiliki makna historis. Tahun tersebut menandai keberhasilan Gabrielle "Coco" Chanel kembali meraih pengakuan di pasar Amerika Serikat setelah menerima penghargaan bergengsi Neiman Marcus Award. Momen tersebut kemudian menjadi inspirasi lahirnya parfum Chanel 1957.
Mengenal Chanel 1957 Extrait
Selain memperkenalkan versi original, Jung Kook juga mengeksplorasi 1957 Extrait, salah satu koleksi eksklusif dalam lini Les Extraits de Chanel. Varian ini menawarkan interpretasi yang lebih intens dan mewah dari parfum 1957, dengan konsentrasi wewangian yang lebih tinggi sehingga menghasilkan aroma yang lebih kaya dan tahan lama.
Filosofi Chanel: Parfum sebagai Ekspresi Personal
Melalui kampanye ini, Chanel kembali menegaskan bahwa parfum tidak lagi dibatasi oleh kategori pria maupun wanita. Wewangian diposisikan sebagai bentuk identitas dan ekspresi personal yang dipilih berdasarkan kenyamanan serta karakter masing-masing individu.
Filosofi tersebut sejalan dengan warisan Coco Chanel yang sejak awal dikenal berani menantang norma fesyen. Ia mengadaptasi elemen busana pria untuk menciptakan pakaian yang memberikan kebebasan bergerak sekaligus tetap elegan bagi perempuan. Semangat yang sama kini diterapkan Chanel dalam dunia fragrance, di mana kebebasan berekspresi menjadi nilai utama.
Jung Kook dan Chanel Perkuat Pesan tentang Individualitas
Kolaborasi terbaru antara Jung Kook dan Chanel bukan sekadar kampanye promosi parfum. Kehadiran sang bintang BTS memperkuat pesan bahwa Chanel 1957 merupakan simbol kepercayaan diri, kreativitas, dan ekspresi diri yang melampaui batasan gender.
Melalui cerita di balik proses penciptaannya bersama Olivier Polge, Chanel mengajak publik melihat bahwa sebuah parfum bukan hanya tentang aroma, tetapi juga tentang sejarah, craftsmanship, dan identitas pribadi pemakainya.






Komentar (0)