Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi, Sudaryono: Kita Perbaiki dalam Waktu Sesingkat-singkatnya

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kembali terjadinya kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Di momen ini kami juga menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian,” ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat 7 Agustus 2026.

Baca Juga :
BGN Pecat 66 Kepala Dapur MBG: Tak Ada di Tempat 10 Hari Berturut-turut hingga Terlibat Judol
Efisiensi Anggaran MBG, Menu Murah & Bergizi Berbahan Pangan Lokal Bisa Jadi Opsi

Dia mengungkapkan kasus keracunan MBG terjadi di beberapa daerah, seperti di Jepara, Yogyakarta, Semarang, dan terbaru di Jayapura.

Sudaryono berjanji akan memperbaiki tata kelola pelaksanaan MBG sehingga kasus keracunan tidak akan terjadi lagi ke depannya.

“Ini kami mohon maaf, barang kali, kami akan terus tingkatkan ini. Selain itu, juga kami minta izin untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini kami perbaiki dengan segera tata kelola untuk supaya kasus keracunan ini betul-betul kami bisa nolkan,” katanya.

Sebelumnya, Sudaryono mengatakan kasus keracunan massal di wilayah itu terjadi akibat makanan dimasak terlalu cepat.

“Jadi memang memulai masaknya kecepatan, kalau enggak salah jam 7 atau setengah 8 (malam di) hari sebelumnya untuk dikirimkan di hari berikutnya di jam 11 (siang). Jadi itu sudah melanggar,” kata Sudaryono di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu 5 Agustus 2026.

Dia menyebut penyebab keracunan di Jayapura sama seperti yang terjadi di SMK Negeri 6 Semarang. 

“Termasuk yang di Semarang juga sama, dia mulai masak jam 9 malam,” ungkap Sudaryonom

Diketahui, jumlah siswa yang mengalami keracunan MBG di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura bertambah hingga ratusan orang per Selasa 4 Agustus 2026 malam.

“Sejak jam tujuh hingga delapan malam tadi pasien yang berdatangan bisa dipastikan mencapai 100 hingga 150 orang. Ada juga yang tidak singgah di PKM Depapre, langsung ke [RSUD] Yowari,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote.

Korban keracunan merupakan siswa dari beberapa SD dan SMP. Korban kemudian dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) terdekat, RSUD Yowari, RSUP Jayapura, hingga RS Dian Harapan.

tvOnenews/Syifa Aulia

Baca Juga :
Forum Kontraktor SPPG APBN 2025 Minta BGN Segera Selesaikan Pembayaran Proyek Pembangunan
Nama Prabowo Diduga Dicatut dalam Nobel MBG, Begini Respons Mensesneg
Adidaya Institute Optimis Sudaryono Mampu Perbaiki Program MBG

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mantan Jampidsus Febrie Ajukan 2 Praperadilan, Eks Wakil Ketua KPK Ini Beri Pandangan Peluang Menang
• 1 jam lalu
0
thumb
DPR Minta Aparat Usut Tuntas Kepemilikan Ratusan Senpi di Sekolah Swasta
• 17 jam lalu
0
thumb
Kendaraan Listrik Mulai Mengubah Peta Permintaan Minyak Dunia
• 7 jam lalu
0
thumb
Prabowo Belum Putuskan Nama Calon Gubernur BI, Ini Sosok yang Dipertimbangkan
• 1 jam lalu
0
thumb
Danuri Temukan Lokasi Tumbukan Bekas Roket SpaceX di Bulan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.