Surabaya, tvOnenews.com - Indonesia menorehkan babak baru dalam industri pertahanan nasional. Pembangunan fisik kapal selam pertama Scorpène resmi dimulai melalui seremoni First Steel Cutting (FSC) Program Kapal Selam Scorpène Republik Indonesia (SRI) di PT PAL Indonesia, Jumat (7/8). Prosesi pemotongan baja pertama tersebut dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali.
First Steel Cutting menjadi proses awal antara PT PAL Indonesia dan Naval Group untuk memasuki tahap implementasi, setelah melalui sejumlah proses praproduksi, meliputi proses Qualification Section untuk memastikan kesiapan fasilitas, sistem produksi, serta kompetensi sumber daya manusia sesuai standar internasional Naval Group.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan tonggak penting dalam perjalanan Indonesia.
“Hari ini bukan hanya tentang dimulainya pembangunan sebuah kapal selam. Hari ini adalah momentum ketika Indonesia membuktikan bahwa kita mampu membangun kemampuan strategis nasional secara berkelanjutan. Yang sedang kita bangun bukan hanya sebuah platform pertahanan, tetapi juga kompetensi engineer Indonesia, penguasaan teknologi, serta ekosistem industri yang akan menjadi fondasi bagi pembangunan kapal selam generasi berikutnya” ungkapnya.
Program Kapal Selam Scorpène merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tidak hanya memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Laut, tetapi juga menjadi katalis dalam membangun ekosistem industri pertahanan nasional.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pembangunan kapal selam pertama di Indonesia merupakan tonggak bersejarah, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga di kawasan ASEAN.
“Dari awal di Indonesia, bahkan mungkin di negara-negara ASEAN, kita menjadi yang pertama membangun kapal selam di dalam negeri. Ini merupakan suatu hal yang sangat positif. Harapan kita, kemampuan ini terus berkembang sehingga industri pertahanan perkapalan nasional dapat dibangun oleh putra-putri Indonesia dengan kemampuan bangsa sendiri. Ke depan, kita harus semakin mandiri dalam pembangunan kapal atas air, kapal selam, maupun alutsista lainnya. Kementerian Pertahanan juga memberikan dukungan penuh, termasuk dalam aspek penganggaran, agar cita-cita kemandirian industri pertahanan ini dapat terus diwujudkan” ujarnya





Komentar (0)