China masih menjadi destinasi utama ekspor sejumlah buah tropis asal Indonesia, dengan pengiriman buah salak dan durian mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang paruh pertama (H1) tahun ini.
Antara melaporkan, Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia (RI) mencatat volume ekspor buah salak ke China sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 2.191 ton, meningkat 208 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh peningkatan pengiriman salak asal Bali, dari semula hanya 1,7 ton pada paruh pertama tahun lalu menjadi 300 ton pada paruh pertama tahun ini.
Pada Kamis (6/8/2026), Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan RI, kembali meresmikan ekspor 3,5 ton salak asal Bali senilai 13.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp17.919) ke China. Pengiriman ini merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai 2 juta dolar AS selama setahun, yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai pada Mei 2026.
Ekspor durian ke China juga terus meningkat. Volume pengiriman durian segar (tidak termasuk durian beku) ke China pada paruh pertama tahun ini mencapai 189 ton, melonjak 600 persen dibandingkan tahun lalu.
Selain kedua buah tersebut, China masih menjadi destinasi utama untuk buah manggis Indonesia, meski volume pengirimannya justru menurun signifikan. Sepanjang paruh pertama tahun ini, Indonesia mengekspor 13.621 ton manggis ke China, turun 45 persen dari tahun lalu.(ant/iss)





Komentar (0)