Jelang HUT ke-81 RI, Inilah 3 Sosok Penting di Balik Pengibaran Bendera Merah Putih Pertama pada 17 Agustus 1945

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Jelang HUT ke-81 RI, dulu saat pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 1945 menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Setelah pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, Sang Saka Merah Putih dikibarkan sebagai simbol lahirnya negara yang merdeka.

Di balik prosesi bersejarah tersebut, terdapat tiga sosok yang memegang peran penting. Mereka berasal dari latar belakang berbeda, namun bersama-sama memastikan pengibaran bendera pertama berlangsung dengan khidmat.

Latief Hendraningrat, Perwira PETA yang Mengerek Sang Saka Merah Putih

Salah satu tokoh utama dalam prosesi pengibaran bendera adalah Latief Hendraningrat. Saat itu, ia merupakan perwira Pembela Tanah Air (PETA) dengan pangkat Chudancho.

Dalam upacara bersejarah tersebut, Latief bertugas menarik tali hingga Bendera Merah Putih berkibar di puncak tiang. Perannya menjadikan dirinya sebagai salah satu figur yang paling dikenang dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Suhud Sastro Kusumo Bertugas Membentangkan Bendera

Selain Latief Hendraningrat, terdapat Suhud Sastro Kusumo yang berasal dari Barisan Pelopor. Ia memiliki tugas penting membentangkan Bendera Merah Putih sebelum dikerek ke tiang.

Meski namanya tidak sepopuler tokoh lain dalam peristiwa Proklamasi, peran Suhud sangat menentukan jalannya prosesi. Tanpa keterlibatannya, pengibaran bendera tidak akan berlangsung sebagaimana yang tercatat dalam sejarah.

SK Trimurti, Pejuang Perempuan yang Mengawal Prosesi Pengibaran

Tokoh penting lainnya adalah SK Trimurti, seorang pejuang perempuan sekaligus jurnalis. Dalam prosesi tersebut, ia membawa nampan berisi Bendera Merah Putih yang telah dilipat sebelum menyerahkannya kepada Latief Hendraningrat dan Suhud Sastro Kusumo untuk dikibarkan.

Kehadiran SK Trimurti menjadi simbol keterlibatan perempuan dalam momen bersejarah kemerdekaan Indonesia.

 

Peran SK Trimurti Masih Menjadi Bahasan Sejarah

Meski namanya tercatat dalam sejarah resmi, peran SK Trimurti masih menjadi salah satu topik yang kerap dibahas para sejarawan.

Sejumlah catatan menyebutkan bahwa ia sempat diminta oleh masyarakat yang hadir untuk ikut mengibarkan bendera. Namun, pada akhirnya ia lebih dikenal sebagai pembawa nampan berisi Sang Saka Merah Putih.

Ada pula versi yang menyebut SK Trimurti memilih tidak menarik tali bendera karena mengenakan kebaya dan jarik, sehingga tugas tersebut dinilai lebih tepat dilakukan oleh Latief Hendraningrat yang merupakan seorang prajurit.

Terlepas dari berbagai versi yang berkembang, kontribusi SK Trimurti tetap diakui sebagai bagian penting dari prosesi pengibaran Bendera Merah Putih pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Sosok Suhud Sastro Kusumo Kerap Terlupakan

Di sisi lain, nama Suhud Sastro Kusumo sering kali tidak banyak mendapat perhatian dibandingkan Latief Hendraningrat. Padahal, keduanya memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam proses pengibaran bendera.

Minimnya dokumentasi pada masa awal kemerdekaan menjadi salah satu penyebab peran Suhud kurang dikenal publik. Saat itu, situasi masih dipenuhi ketegangan sehingga pencatatan peristiwa tidak dilakukan secara menyeluruh.

Meski demikian, ketiga tokoh tersebut memiliki kontribusi yang sama penting dalam mengabadikan salah satu momen paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, yakni pengibaran pertama Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 1945. Itulah sejarah yang penting disimak jelang HUT ke-81 RI (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ciri Orang yang Belum Matang Secara Emosional
• 17 jam lalu
0
thumb
Mentan Amran: Peningkatan Produktivitas Pertanian Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani
• 15 jam lalu
0
thumb
Foto: Bandara Husein Kembali Mengudara Mulai 14 Agustus
• 16 jam lalu
0
thumb
2 Bantuan Gubernur Dedi Mulyadi untuk Korban Begal di Jawa Barat
• 42 menit lalu
0
thumb
Didengar DPR, Polda Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.