Mentan Amran: Peningkatan Produktivitas Pertanian Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Di tengah meningkatnya peran perempuan dalam sektor pertanian dan perkebunan, peningkatan kapasitas menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat produktivitas sekaligus kesejahteraan keluarga.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan, peningkatan produktivitas pertanian harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani, melalui modernisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga :
3 Laptop Terbaru 2026 Ini Membawa Teknologi AI, Membuat Produktivitas Makin Maksimal
Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

“Kalau petani sejahtera, mereka pasti berlomba-lomba menanam karena usahanya menguntungkan. Sekarang pertanian modern kita percepat. Insya Allah petani semakin sejahtera dan swasembada pangan berkelanjutan bisa kita wujudkan,” kata Amran dalam keterangannya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa)
Photo :
  • [Istimewa]

Semangat itulah yang tumbuh di Desa Lesan Dayak, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dimana penguatan kapasitas sumberdaya manusia tidak hanya laki-laki, namun perempuan juga ikut andil dalam memajukan perekonomian keluarga khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit.

Bagi Fatimah, kebun kelapa sawit bukan hanya tempat mencari nafkah. Di sanalah Dia dan keluarganya menanam harapan untuk menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Karenanya, ketika kesempatan belajar itu datang melalui Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa), Fatimah pun antusias untuk mengikuti pelatihan walaupun mayoritas peserta adalah laki-laki.

"Pelatihan program Perkasa ini sangat penting bagi kami. Kami mempelajari banyak hal, sehingga ekonomi kami bisa menjadi lebih baik lagi," kata Fatimah.

Perkasa adalah program pelatihan untuk petani yang dijalankan oleh TAP Untuk Negeri, guna meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kesejahteraan petani melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan praktik pertanian berkelanjutan.

Program ini bertujuan agar petani mampu meningkatkan produktivitas, sekaligus mengelola kebun secara lebih berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan keluarga dan pembangunan daerah.

Bagi Fatimah, setiap materi yang dipelajari bukan sekadar teori. Pengetahuan tentang budidaya sawit yang baik, pengelolaan kebun yang lebih efektif, hingga praktik pertanian berkelanjutan, menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarganya.

Harapan yang sama juga menjadi tujuan dari Program Perkasa, yang dijalankan oleh PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) melalui inisiatif TAP Untuk Negeri. TAP Untuk Negeri percaya bahwa ketika petani terus belajar dan perempuan diberi kesempatan untuk berkembang, maka kesejahteraan bukan lagi sekadar harapan, melainkan masa depan yang dapat diwujudkan bersama.

Baca Juga :
Pemerintah Wajibkan Industri Gula Punya Kebun Tebu Sendiri, Asosiasi Petani Buka Suara
Nilai Tukar Petani Meningkat 0,15 Persen di Juli 2026
3 HP Murah dengan Sinyal Kuat dan Baterai Besar, Solusi Praktis bagi Petani di Daerah Pedesaan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tips Membagi Waktu antara Kerja Full Time dan Side Job
• 13 jam lalu
0
thumb
Usai Juara Piala Presiden 2026, Bernardo Tavares: Ini Baru Awal Perjalanan Persebaya
• 3 jam lalu
0
thumb
Mensesneg Sebut RI Ingin Kembangkan Teknologi Nuklir untuk PLTN hingga Medis
• 5 jam lalu
0
thumb
Jayawijaya Memiliki Potensi Kopi dan Wisata Alam
• 14 jam lalu
0
thumb
Bergembira Bersama Sambut Hari Kemerdekaan
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.