Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah kekuatan operasi udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Total lima unit helikopter water bombing disiagakan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses petugas dari darat.
Dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Jumat 7 Agustus 2026, penambahan armada udara dilakukan di tengah meningkatnya risiko karhutla akibat kondisi cuaca yang panas dan kering. Kalimantan Barat juga dilaporkan tidak mengalami hujan selama hampir satu bulan.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meninjau langsung sejumlah titik karhutla di Kalimantan Barat. Pemerintah juga memperkuat satuan tugas darat dengan melibatkan personel TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD setempat, masyarakat peduli api, serta relawan.
Baca Juga :
Karhutla Kian Parah, Kabut Asap Selimuti Kubu Raya dan PalembangBNPB menekankan pemadaman harus dilakukan sejak dini sebelum titik api membesar dan semakin sulit dikendalikan. Operasi udara melalui helikopter water bombing menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain ancaman api, BNPB turut mewaspadai dampak asap karhutla. Suharyanto mengingatkan asap yang tidak segera ditangani dapat berkumpul dalam jumlah besar dan bergerak menuju Kota Pontianak.
Kondisi tersebut berpotensi menutup jarak pandang dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, BNPB terus mengoptimalkan penanganan karhutla melalui pengerahan personel di darat serta penguatan operasi udara.





Komentar (0)