Pemerintah Perbarui Kualitas Buku Ajar Nasional, Bandingkan Negara Tetangga

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah terus mematangkan pembaruan buku ajar nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan Indonesia. Arahan tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kualitas buku pelajaran yang digunakan peserta didik.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa perhatian Prabowo terhadap pembaruan buku ajar berawal dari kunjungan ke sejumlah sekolah. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran yang digunakan para siswa dan menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian.

"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu per satu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," kata Teddy kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/8/2026).

Menurut Teddy, setelah mempelajari buku-buku pelajaran yang digunakan di Indonesia, Prabowo kemudian menginstruksikan agar dilakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.

Baca juga: Prabowo Ultimatum Kepala Daerah: Tak Bisa Penuhi Teriakan Rakyat, Presiden Turun Tangan

"Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik," ungkap Teddy.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Prabowo memberikan perhatian khusus pada sejumlah aspek yang dinilai strategis. Selain penguatan karakter kebangsaan, Prabowo juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi, serta peningkatan kemampuan berbahasa asing untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

"Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," kata Pras.




(eva/rfs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
8 Fakta Kasus Mutilasi Sadis di Depok: Pelaku Incar Motor Korban hingga Motif Terungkap
• 14 jam lalu
0
thumb
Hari Pramuka 14 Agustus 2026 Libur Sekolah atau Tidak? Cek Ketentuannya di Sini
• 14 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Masih Rahasiakan Besaran Defisit APBN 2026, Makin Besar Atau Kecil?
• 16 jam lalu
0
thumb
Sopir M44 Demo, Dishub DKI Buka Opsi Penataan Rute
• 7 jam lalu
0
thumb
Logo HUT ke-270 Kota Yogyakarta Diluncurkan, Kerja Bakti Digelar di 270 Titik
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.