Di tengah dinamika industri pembiayaan, perseroan berhasil meningkatkan laba bersih, memperluas penyaluran pembiayaan, sekaligus menjaga kualitas aset dan rasio keuangan tetap sehat.
Baca juga: Pembiayaan WOMF 2025 Tumbuh 9,35%, Kualitas Kredit Tetap Terjaga
Capaian tersebut dipaparkan manajemen dalam Paparan Publik Tahunan yang digelar secara hybrid di Gedung Sentral Senayan 3, Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi kepada pemegang saham, investor, dan masyarakat.
Direktur WOM Finance, Ir. Paulus Cholot Janala, mengatakan perseroan tetap menjalankan strategi bisnis secara konsisten dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, perusahaan juga terus mengoptimalkan efisiensi operasional dan menjaga kualitas portofolio pembiayaan sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Ia menjelaskan, WOM Finance tidak hanya mengejar peningkatan penyaluran pembiayaan, tetapi juga berupaya memperkuat struktur permodalan, menjaga kualitas aset, serta menerapkan manajemen risiko yang disiplin.
"Kami berkomitmen menghadirkan pertumbuhan yang berkualitas. Fokus kami bukan hanya meningkatkan pembiayaan, tetapi juga memastikan kualitas portofolio tetap terjaga sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, pelanggan, dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Paulus.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026, WOM Finance mencatat piutang pembiayaan bersih sebesar Rp6,4 triliun. Nilai tersebut meningkat 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kinerja positif juga terlihat dari sisi pendapatan. Hingga akhir Juni 2026, total pendapatan perusahaan mencapai Rp1,1 triliun atau tumbuh 5,2 persen secara tahunan.
Sementara itu, laba bersih meningkat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. Perseroan membukukan laba sebesar Rp96,7 miliar atau naik 14,1 persen dibandingkan semester I 2025. Penguatan kinerja tersebut turut mendorong peningkatan ekuitas perusahaan sebesar 7,3 persen menjadi Rp2 triliun.
Menurut Paulus, hasil tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan WOM Finance. Di saat yang sama, perusahaan dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio pembiayaan.
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, menambahkan indikator profitabilitas perusahaan juga mengalami perbaikan. Hingga akhir Juni 2026, Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 3,2 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai 9,8 persen. Kedua rasio tersebut masing-masing meningkat 0,2 poin dan 0,7 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross berada di level 2,5 persen per Juni 2026, mencerminkan kemampuan perusahaan mengelola risiko pembiayaan secara prudent.
Cincin mengatakan pencapaian sepanjang enam bulan pertama tahun ini menjadi modal penting bagi WOM Finance untuk melanjutkan pertumbuhan hingga akhir 2026. Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kualitas portofolio, pengelolaan risiko yang disiplin, serta pengembangan layanan bagi pelanggan.
"Kami optimistis fondasi bisnis yang semakin kuat akan mendukung pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)






Komentar (0)