DEPOK, KOMPAS.com - Saepul (26), pembunuh dan pemutilasi pria bernama Kunaefi (51) di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat, mendadak mengundurkan diri (resign) dari pekerjaannya sebagai penjaga stan pisang cokelat (piscok) di dekat Stasiun Pondok Cina, Depok.
Pemilik stan piscok, Dwi Purwadi (31), mengatakan, Saepul tiba-tiba mengajukan resign pada Kamis (23/7/2026), tepat pada hari Kunaefi dibunuh dan dimutilasi di rumah kontrakan pelaku di wilayah Cipayung, Kota Depok.
Padahal, sehari sebelumnya, Saepul masih meminta izin untuk mengikuti wawancara kerja di sebuah usaha makanan di Food Court Margo City, Depok.
Baca juga: Berawal dari Eks Ketua Yayasan Dipecat, Ruangan Terkunci Dibuka, 995 Airsoft Gun Ditemukan
"Jadi pas tanggal 22 Juli (2026) itu pagi dia bilang ada interview di Food Court Margo City. Posisinya itu nasi goreng ya, UMKM-nya nasi goreng. Itu dia izin," ujar Dwi saat ditemui Kompas.com di tempat usahanya, Jumat (7/8/2026).
Dwi mengungkapkan, Saepul sempat berniat kembali bekerja setelah mengikuti wawancara tersebut. Namun, ia meminta Saepul fokus menjalani proses wawancara terlebih dahulu.
Keesokan harinya, Saepul justru mengirim pesan singkat kepada Dwi untuk mengajukan pengunduran diri.
"Besoknya, dia izin resign tanggal 23," kata Dwi.
Dwi mengatakan bahwa Saepul tidak menyampaikan alasan khusus saat mengajukan pengunduran diri.
Saepul hanya mengucapkan terima kasih dan berjanji melunasi sisa utangnya.
"Enggak. Cuma resign aja. 'Terima kasih, nanti sisa kasbonnya mau dibayar,' gitu. Udah gitu aja sih," kata Dwi.
Baca juga: Sosiolog: Rokok Ilegal Murah dan Tekanan Teman Bikin Remaja Merokok
Saat mengundurkan diri, Saepul masih memiliki utang sekitar Rp 200.000 yang belum dilunasi.
Namun, Dwi mengaku tidak sempat menagih utang tersebut karena nominalnya tidak terlalu besar.
Sejak mengajukan resign pada 23 Juli, Saepul disebut tidak pernah kembali ke tempat usaha tersebut.
Bekerja Sekitar 1,5 Bulan
Dwi mengatakan Saepul bekerja di tempat usahanya selama sekitar 1,5 bulan.
"Kalau masuknya tanggal pastinya kita kurang tahu ya. Kurang lebih satu bulan sampai satu bulan setengah. Kayaknya sekitar bulan akhir Mei atau awal Juni (2026)," ujar Dwi.
Komentar (0)