Industri IVD Perkuat Ekspansi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Manufaktur Asia Tenggara

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Industri alat diagnostik atau in vitro diagnostics (IVD) mulai mengubah strategi bisnis di tengah melambatnya belanja pemerintah untuk alat kesehatan dan ketidakpastian ekonomi global. Pelaku industri kini memperkuat penetrasi ke pasar swasta sekaligus memperluas ekspor untuk menjaga pertumbuhan usaha.

Associate Commercial Director PT Virtue Diagnostics Indonesia Kurniasari Endah mengatakan, perubahan strategi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap dinamika pasar yang berubah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga
  • BPJS Kesehatan Tondano Gencarkan Prolanis demi Kendalikan Penyakit Kronis
  • BPJS Kesehatan: Peserta JKN Tetap Berhak Dilayani Meski Kamar Penuh
  • Unsil Luncurkan SiMoRe, Publik Kini Bisa Lebih Aktif Pantau Layanan Kesehatan

“Kami menyadari, memasuki pasar Indonesia pada 2024 bukanlah perjalanan yang mudah. Selain menghadapi kondisi pasar yang menantang, kami juga harus membangun kepercayaan terhadap produk IVD lokal di tengah dominasi merek-merek global yang telah hadir selama puluhan tahun,” ujar Kurniasari dalam Industrial Symposium pada INDOHEALTHCARE GAKESLAB Expo 2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut dia, perusahaan kini memperkuat penetrasi ke rumah sakit, laboratorium klinik, dan fasilitas kesehatan swasta sebagai sumber pertumbuhan baru di tengah penurunan belanja pemerintah untuk alat kesehatan.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Strategi tersebut mulai menunjukkan hasil. Hingga pertengahan 2026, Virtue Diagnostics Indonesia telah memproduksi lebih dari 150 instrumen diagnostik dan 31 ribu kit reagen yang digunakan di berbagai rumah sakit dan laboratorium di Indonesia. Perseroan juga telah memperoleh sertifikasi ISO 13485 untuk sistem manajemen mutu alat kesehatan serta mulai mengekspor reagen bermerek VIRTUEDX dan instrumen diagnostik VERCENTRA ke Filipina.

Founder dan Global CEO Virtue Diagnostics Johnson Zhang mengatakan, perusahaan juga terus memperkuat manufaktur di Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.

“Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat manufaktur IVD di Asia Tenggara. Untuk mewujudkannya dibutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri melalui kebijakan yang mendukung investasi jangka panjang,” kata Johnson.

Saat ini Virtue Diagnostics mengoperasikan fasilitas manufaktur seluas 12.200 meter persegi di Cikarang dengan kapasitas produksi lebih dari 1.000 instrumen diagnostik per tahun dan 6.000 liter reagen per hari. Perusahaan juga telah mengantongi izin edar untuk 193 produk diagnostik di Indonesia. Sejumlah produk tersebut memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.

Ke depan, perusahaan berencana meningkatkan investasi di bidang penelitian dan pengembangan, memperluas kapasitas produksi, serta memperkuat jaringan distribusi di pasar domestik dan internasional.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta Makin Membara, Warga Diminta Jauhi TKP
• 5 jam lalu
0
thumb
Ombudsman soroti keterbatasan internet ganggu layanan publik digital
• 7 jam lalu
0
thumb
Curhatan Yurizal Tri Chaerawan Jadi Sorotan, Cinta Laura Sentil Layanan Kesehatan di Rumah Sakit
• 4 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo Kalah Lagi dan Lagi
• 22 jam lalu
0
thumb
Dede Budhyarto: Emang Anies Baswedan Kompeten? Cuma Jago Bacot
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.