Pantau - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Fajar Riza Ul Haq mendorong transformasi digital di sektor pendidikan untuk memperkuat inovasi pembelajaran di sekolah saat meluncurkan aplikasi Bungo Pintar di Kantor Bappeda Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Jumat, 7 Agustus 2026.
Integrasi Aplikasi Daerah ke Rumah PendidikanFajar Riza Ul Haq mengatakan, "Inovasi digital ini sangat cocok dan sejalan dengan apa yang kami upayakan di Kementerian, yaitu memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital."
Ia menjelaskan bahwa pada akhir 2024 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendata lebih dari seribu aplikasi yang tercatat di kementerian.
Atas arahan Menteri Pendidikan, seluruh aplikasi tersebut kemudian diintegrasikan menjadi satu aplikasi tunggal atau super app bernama Rumah Pendidikan.
Fajar mengungkapkan, "Rumah Pendidikan adalah super app yang menggabungkan ratusan aplikasi yang selama ini diproduksi dan dipakai di Kementerian Pendidikan. Kami mendorong agar aplikasi-aplikasi daerah, seperti Bungo Pintar, dapat terintegrasi atau mendukung ekosistem Rumah Pendidikan."
Kemendikdasmen juga mendorong berbagai aplikasi yang dikembangkan pemerintah daerah agar menjadi bagian dari ekosistem Rumah Pendidikan.
Wamen turut mengajak para guru dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mengunduh serta memanfaatkan Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital utama.
Fajar mengatakan bahwa Rumah Pendidikan berhasil meraih juara pertama pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) di Swiss yang diselenggarakan oleh badan khusus di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurutnya, penghargaan tersebut diraih setelah Rumah Pendidikan mampu mengungguli aplikasi dari 122 negara dengan jumlah peserta kompetisi lebih dari 1.500 aplikasi.
Fajar mengatakan, "Pengakuan internasional tersebut membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan di Indonesia berjalan baik dan dapat menjadi model bagi dunia."
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut juga pernah diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia.
Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Transformasi PendidikanFajar menegaskan kementerian mendukung berbagai inisiatif digital yang dikembangkan di daerah agar mampu menghadirkan inovasi sesuai konten kedaerahan dan konteks lokal.
Ia menyampaikan, "Kami sangat mendukung dan senang dengan adanya aplikasi Bungo Pintar ini, karena inovasi digital daerah yang sesuai konteks lokal akan memperkaya sumber belajar bagi peserta didik."
Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengatakan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus terus diperkuat agar pembangunan pendidikan berjalan merata serta mempercepat penyelesaian berbagai program prioritas di bidang pendidikan.
Menurut Abdullah Sani, peluncuran aplikasi Bungo Pintar bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan bentuk komitmen nyata untuk memangkas birokrasi dan membuka akses informasi pendidikan yang lebih transparan.
Abdullah Sani mengatakan, "Hadirnya Bungo Pintar membuka pintu lebar-lebar bagi transparansi pendidikan, kemudahan akses informasi, dan percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Bungo."
Bupati Bungo Dedy Putra menyampaikan bahwa Bungo Pintar merupakan salah satu program dalam visi dan misi Bungo Baru untuk menjadikan Kabupaten Bungo sebagai pusat pendidikan di wilayah barat Provinsi Jambi.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat.
Dedy Putra mengatakan, “Program Bungo Pintar juga akan diajarkan kepada anak-anak tingkat SD membaca Al Qur'an sampai tingkat SMA, Pemerintah Kabupaten Bungo terus menggalakkan program keagamaan dan pendidikan, termasuk peluncuran program pendukung lainnya.”





Komentar (0)