Jangan Asal Lapor Jalan Rusak, Dedi Mulyadi Minta Warga Pahami Status Ruas Jalan

grid.id
6 jam lalu
Cover Berita

 

Grid.IDDedi Mulyadi minta warga pahami status ruas jalan. Gubernur Jabar beri peringatan agar jangan asal lapor jalan rusak.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau warga untuk mengetahui status suatu jalan agar tidak keliru menyampaikan laporan kerusakan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa seluruh ruas jalan di wilayah Jawa Barat berada di bawah tanggung jawab Pemprov Jabar.

Padahal, Dedi menjelaskan, kewenangan pengelolaan jalan terbagi ke sejumlah pihak, seperti pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut meminta masyarakat memperhatikan tanda atau marka yang terdapat di badan jalan untuk mengetahui status ruas tersebut. Dengan memahami hal itu, warga dapat menyampaikan laporan kerusakan kepada pihak yang tepat sehingga penanganannya dapat lebih efektif.

"Sebenarnya gini, dalam pikiran warga ini dianggap solusi seluruh masalah saya itu saja. Jalan kabupaten, Kang Dedi. Jalan provinsi, ya kalau itu sudah jelas Kang Dedi. Jalan nasional, Kang Dedi. Jalan desa, Kang Dedi," katanya saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (5/8/2026), dikutip dari Kompas.com.

Dedi menerangkan bahwa ruas jalan provinsi dapat dikenali melalui marka garis tepi di sisi kanan dan kiri yang berwarna kuning, serta garis pemisah di bagian tengah berwarna putih. Sementara itu, jalan nasional memiliki ciri berupa garis tengah berwarna kuning.

Ia menjelaskan, jalan nasional pada umumnya berada di bawah pengelolaan pemerintah pusat karena berfungsi menghubungkan antarprovinsi maupun pusat-pusat aktivitas nasional. Sementara jalan provinsi menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi, dengan fungsi menghubungkan ibu kota provinsi dengan ibu kota kabupaten/kota maupun menghubungkan antarwilayah kabupaten dan kota.

Adapun untuk jalan kabupaten dan jalan kota, pengelolaannya menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai wilayah masing-masing.

"Tapi, kalau untuk yang jalan kabupaten biasanya saya langsung dikirim pesannya ke bupatinya untuk segera diperbaiki," ucap Dedi.

Dedi berharap masyarakat semakin paham arti marka jalan sekaligus mengetahui siapa yang bertanggung jawab menangani setiap ruas jalan.

"Ya tidak apa-apalah, tapi kan secara umum warga sudah tahu. Tapi, mungkin kalau sama yang lain tidak ditanggapi, ya akhirnya ke gubernur," pungkasnya.

 Baca Juga: Nakes RSUD Tasikmalaya Diduga Hina Pasien BPJS, Dedi Mulyadi Minta Ada Sanksi Tegas

 

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi menjadikan pembangunan infrastruktur jalan serta peningkatan konektivitas antarwilayah sebagai salah satu fokus utama dalam program pembangunan bertajuk "Jabar Istimewa".

Komitmen tersebut terlihat melalui sejumlah agenda pembangunan yang dijalankan Dedi Mulyadi. Melalui akun media sosialnya, Gubernur Jabar yang dikenal dengan sapaan KDM itu kerap menyampaikan informasi mengenai progres perbaikan dan pembangunan jalan, mulai dari ruas jalan provinsi hingga jalan yang berada di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun desa.

Upaya pembangunan infrastruktur jalan yang digagas Dedi Mulyadi juga sejalan dengan langkah pemerintah daerah lainnya, termasuk Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan komitmennya untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur jalan sebagai upaya mendorong perkembangan wilayah serta pertumbuhan ekonomi.

Selain Kabupaten Bogor, pembangunan jalan juga masuk dalam daftar 10 proyek strategis Pemerintah Kota Bogor. Salah satunya adalah rencana pembangunan lanjutan Jalan R3 dengan nilai anggaran sekitar Rp20 miliar.

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat mencatat adanya rencana pembangunan sembilan ruas jalan tol dengan nilai investasi mencapai Rp134,54 triliun.

Proyek tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Dedi Mulyadi menargetkan seluruh ruas jalan di Jawa Barat dapat berada dalam kondisi baik dan saling terhubung pada 2027. Menurutnya, konektivitas jalan yang semakin optimal akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Target saya di 2027 seluruh jalan di Jawa Barat, jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa terkoneksi dengan baik dalam keadaan mulus dan nanti itu melahirkan sirkulasi ekonomi," ujar Dedi Mulyadi. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Underconsumption Core: Ketika Gaya Hidup Sederhana Kembali Menjadi Tren
• 21 jam lalu
0
thumb
Pelajar Nias Utara Bersyukur Program Sekolah Gratis Gubernur Bobby Nasution Ringankan Beban Orang Tua
• 9 jam lalu
0
thumb
Saatnya Laksamana Muhammad Ali Memimpin TNI: Menjaga Keseimbangan Politik dan Soliditas Antarmatra
• 16 jam lalu
0
thumb
Ong Seong Woo akan Temui Fans Indonesia Melalui Fanmeeting Lets go-ONG!
• 19 jam lalu
0
thumb
Rokok Ilegal Menyasar Remaja, Dijual Sembunyi-sembunyi di Jakarta
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.