-
-
-
-
-
Nama Yurizal Tri Chaerawan (29 tahun) sempat menjadi perbincangan lantaran cuitannya di Threads viral beberapa waktu yang lalu. Yang membuat miris, curhatan Yurizal itu justru menuai beragam komentar pedas dari nakes lantaran dirinya berobat menggunakan BPJS.
Menanggapi viralnya masalah ini, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) buka suara. Telah ada 10 nama dokter hingga perawat yang tercatat menghina pasien BPJS Kesehatan di media sosial Threads belu, lama ini. Namun, nama-nama ini bisa saja bertambah, karena investigasi KKI masih berjalan.
"Yang diundang ini ada sepuluh yang sudah terdeteksi. Dokter lebih banyak. Ada dokter, ada dokter gigi, ada perawat. Yang lain belum masuk. Mudah-mudahan tidak ada lagi dan ini menjadi yang terakhir kalau bisa," kata kata Pimpinan KKI Muhammad Syahril.
Walau begitu, Syahril menegaskan bahwa KKI masih belum bisa menunjukkan nama-namanya dan rumah sakit tempat mereka bertugas. Pasalnya, sejak kasus ini mencuat memang lebih mengarah pada dugaan pelanggaran etik dalam penggunaan media sosial, bukan tindakan langsung kepada pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, menurut Syahril, menghina pasien di media sosial sebenarnya tidak serta-merta dikategorikan sebagai perundungan (bullying). Menurutnya, bullying memiliki unsur tindakan yang dilakukan secara sistematis dan berulang.
"Tidak serta-merta kalau seorang itu baru sekali atau dua kali melakukan itu perundungan. Yang disebut perundungan itu secara sistematis. Terutama di PPDS itu paling banyak, bertahun-tahun, sehingga membuat peserta PPDS takut, stres, dan macam-macam. Tapi kalau sekali itu tidak masuk dalam perundungan," pungkasnya. (ND)






Komentar (0)