Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta Bekasi Tuntut Keadilan: Kami Ingin Ada Kejelasan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Keluarga korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menuntut keadilan karenan masih belum memperoleh kejelasan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab. 

Adik salah satu korban meninggal, Nur Ainia Eka Rahmadynna, Luthfi Dwi Fajar (27), mengatakan keluarganya masih menunggu kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

“Terus siapa yang bertanggung jawab? Apa DJKA-nya, KAI-nya, atau karena si taksi hijau (Green SM) itu? Sampai sekarang ini kan masih enggak jelas. Yang masih dikambinghitamkan kalau bahasa saya ya si taksi hijau itu,” ujar Luthfi kepada awak media di lokasi, Jumat (7/8/2026).

Baca juga: Siapa yang Bertanggung Jawab? Kala Kasus Kecelakaan Kereta Bekasi Menggantung 100 Hari

Menurut dia, keluarga tidak menuntut hal yang berlebihan.

Mereka hanya menginginkan kejelasan, tanggung jawab, dan keadilan atas peristiwa yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

Luthfi berharap seluruh instansi terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan pihak-pihak yang terlibat, dapat menuntaskan penanganan kasus tersebut.

KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Keluarga korban menaburkan bunga di sisi rel Stasiun Bekasi Timur saat memperingati 100 hari kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, Jumat (7/8/2026).

“Kami hanya ingin ada kejelasan, tanggung jawab, dan keadilan bagi keluarga korban,” katanya.

Sementara itu, ayah Nur Ainia, Hary Marwata (63), mengatakan keluarga juga belum menerima komunikasi resmi dari PT KAI mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

Menurut Hary, setelah hasil investigasi dipublikasikan, keluarga sempat dijanjikan akan memperoleh penjelasan lanjutan.

Baca juga: Peringati 100 Hari Tragedi Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Korban Tagih Penanganan Kasus

Namun, hingga kini hal itu belum terealisasi.

“Selama 100 hari ini belum ada komunikasi resmi dari PT KAI. Memang pernah ada beberapa karyawan yang datang, tetapi secara resmi belum ada penjelasan,” kata Hary.

Ia mengatakan, Direktur PT KAI Bobby Rasyidin sebelumnya sempat menyampaikan bahwa setelah hasil penyelidikan selesai akan ada penjelasan kepada keluarga korban.

Namun, hingga kini pihak keluarga belum menerima informasi terbaru mengenai tindak lanjut hasil investigasi tersebut.

Hary berharap seluruh instansi yang terlibat menjalankan tanggung jawabnya secara transparan sehingga keluarga korban memperoleh kepastian hukum.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Yang kami tunggu adalah kejelasan hasil investigasi, siapa yang bertanggung jawab, apa tindak lanjutnya, dan jangan sampai kasus ini hilang begitu saja tanpa penyelesaian,” ujar Hary.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Allah Sudah Tutupi Aibmu! Kenapa Malah Bangga Umbar Dosa dan Maksiat di Medsos?!
• 18 jam lalu
0
thumb
Satgas PRR Pacu Penyelesaian Fasilitas Pendukung Huntap di Aceh Tamiang
• 22 jam lalu
0
thumb
Cara Alami Bebas Asam Lambung Menahun ala dr Zaidul Akbar, Cukup Minum Ramuan Sederhana Ini
• 19 jam lalu
0
thumb
Kapolri Dialog dengan Bos-bos Buruh, Ini yang Dibahas
• 9 menit lalu
0
thumb
Penyelundupan 3,4 Kg Ganja Digagalkan, Pelaku 15 Tahun Ditangkap
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.