OKINAWA, KOMPAS.TV - Topan Dolphin menerjang wilayah selatan Jepang pada Jumat (7/8/2026), memaksa Bandara Naha di Okinawa ditutup dan seluruh penerbangan domestik maupun internasional dibatalkan.
Ratusan warga juga mengungsi di tengah ancaman angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) yang dilansir Associated Press, Topan Dolphin berada di utara Pulau Okinawa dengan kecepatan angin maksimum mencapai 144 kilometer per jam (km/jam) atau sekitar 89 mil per jam (mph).
Bandara Naha, bandara utama yang melayani wilayah Okinawa, menghentikan seluruh operasional pada Jumat.
Baca Juga: Gempa Jepang: Operasi Penyelamatan di Pusat Perbelanjaan yang Runtuh Dihentikan
Akibatnya, semua penerbangan domestik maupun internasional menuju dan keluar dari Naha dibatalkan.
Otoritas bandara juga mengimbau para penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai terkait perubahan jadwal penerbangan.
Pemerintah Prefektur Okinawa melaporkan 240 orang telah mengungsi ke pusat-pusat evakuasi hingga Jumat siang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak angin kencang dan cuaca ekstrem yang dipicu badai.
Topan Dolphin juga menyebabkan tiga pria berusia sekitar 70-an mengalami luka ringan.
Dua di antaranya tersapu angin kencang, sementara seorang lainnya terjatuh dari bangku saat memasang pelindung di rumahnya menjelang badai.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,8 di Jepang: 34 Orang Tewas, 9.800 Korban Terpaksa Mengungsi
Pulau Kyushu WaspadaDampak badai juga diperkirakan meluas ke sebagian wilayah Pulau Kyushu, pulau utama di selatan Jepang.
Warga yang rumahnya rusak akibat gempa mematikan pekan lalu, terlihat memasang terpal biru di atap dan dinding untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat hujan.
JMA memperingatkan potensi angin kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi masih akan melanda wilayah Okinawa hingga Minggu (9/8/2026).
Warga diminta tetap berada di dalam rumah serta menghindari aktivitas di luar ruangan selama cuaca ekstrem berlangsung.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan Topan Dolphin akan melemah selama akhir pekan sebelum bergerak menuju pesisir timur China.
Badai tersebut diproyeksikan mencapai daratan China pada Senin (10/8/2026) pagi.
Meski diperkirakan mulai melemah, warga di Okinawa tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena ancaman cuaca buruk diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Kesennuma Minato Matsuri 2026, Festival yang jadi simbol Persahabatan Indonesia dan Jepang
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- Topan Dolphin
- Jepang
- Okinawa
- Bandara Okinawa
- topan Jepang
- badai Jepang






Komentar (0)