Kapolres Toraja Utara Bentuk Tim terkait Hilangnya Stoner, Ada Orang “Besar” Bermain?

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA – Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat membentuk tim. Khsus untuk menangani kasus hilangnya Stoner, remaja asal Sadan Malimbong yang menghilang usai dikeroyok pada Maret 2023. Kasus tersebut menjadi salah satu perhatian Kapolres yang baru menjabat.

Pernyataan itu disampaikan Yoseph usai menghadiri kegiatan di DPRD Toraja Utara, Rantepao, Jumat (7/8/2026). Ia menegaskan penyelidikan akan terus dikawal guna mengungkap fakta di balik hilangnya korban.

“Jadi saya sudah arahkan pembentukan tim yang mengawal kasus tersebut, hal ini juga menjadi atensi saya sebagai pejabat baru di Polres Toraja Utara,” ujarnya.

Kapolres meminta masyarakat, media, dan keluarga korban bersabar sembari memberikan ruang bagi tim penyidik bekerja. Ia juga memastikan seluruh informasi yang berkembang di tengah masyarakat akan menjadi bahan pendalaman.

“Tentu peran media dan masyarakat termasuk pihak keluarga kami butuh, sembari tim kami juga bekerja keras, doakan agar peristiwa ini cepat menemukan titik terang. Jadi apa pun yang berkembang di masyarakat kami juga pelajari, percayakan kepada kami untuk hal ini,” katanya.

Kasus hilangnya Stoner hingga kini masih menyisakan berbagai pertanyaan. Di tengah masyarakat beredar berbagai spekulasi, termasuk dugaan adanya sosok “orang besar” yang disebut-sebut berada di balik mandeknya penanganan perkara. Namun, hingga kini belum ada bukti maupun pernyataan resmi dari aparat penegak hukum yang membenarkan dugaan tersebut.

Kronologi Kasus

Berdasarkan informasi yang sebelumnya dihimpun, Stoner dilaporkan hilang pada malam 30 Maret 2023. Remaja tersebut diduga melompat ke Sungai Sa’dan di kawasan dekat Rumah Jabatan Bupati Toraja Utara saat itu, Yohanis Bassang, di Jalan Tagari, Lampan, Kecamatan Tallunglipu. Sementara seorang rekannya berhasil menyelamatkan diri.

Sebelum diduga melompat ke sungai, korban disebut dikejar oleh sekelompok pemuda. Peristiwa itu disebut sempat terekam kamera CCTV milik warga dan disaksikan sejumlah warga di sekitar lokasi.

Keluarga korban menduga Stoner melompat ke sungai untuk menyelamatkan diri setelah dikejar dan dikeroyok. Mereka juga menyebut korban sempat dilempari batu hingga sekop sesaat setelah berada di sungai yang saat itu sedang meluap akibat musim hujan.

Setelah kejadian, tim SAR bersama warga melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Sa’dan. Namun, hingga operasi pencarian berakhir, korban tidak berhasil ditemukan.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Toraja Utara. Sejumlah saksi, termasuk beberapa pemuda yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut, telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Pihak keluarga mengaku masih menunggu kepastian hukum atas penanganan kasus tersebut. Mereka juga mempertanyakan perkembangan penyelidikan yang dinilai belum menunjukkan hasil meski perkara telah berjalan lebih dari tiga tahun.

Salah seorang keluarga korban, Herman Pamangin, mengaku pihak keluarga sempat beberapa kali memenuhi panggilan penyidik. Namun, ia mempertanyakan pengambilan surat laporan yang hingga kini belum dikembalikan.

“Iya betul, intinya awal laporan saat korban hilang dan orang tua korban bersama teman-teman korban dipanggil datang ke kantor polisi tiga atau empat kali. Terakhir itu pada saat orang tua korban dimintai surat laporan dan tidak dikembalikan lagi. Saya juga heran kenapa bisa begitu, padahal ini jelas semua terduga pelaku kok tidak ditahan, lalu surat laporan kami kok tidak diberikan kembali,” ujarnya.

Herman mengatakan keluarga dalam waktu dekat akan kembali mendatangi Polres Toraja Utara untuk meminta penjelasan terkait perkembangan penyelidikan.

“Dalam waktu dekat kami mau ke Polres lagi. Kami sadar kami masyarakat kecil yang tidak punya uang dan jabatan orang kuat. Kami berharap agar kasus ini terang,” katanya.

Ia juga meminta seluruh pihak tidak melakukan intimidasi terhadap keluarga korban serta berharap aparat kepolisian mengusut perkara tersebut secara profesional.

“Jadi ini para terduga pelaku, entah mereka bawa ke mana keluarga kami itu, sesaat mereka melakukan pengejaran dan pelemparan. Kami yakin ada hal yang disembunyikan dalam kasus ini. Tolong juga pihak aparat agar menjalankan tugas pokok dan fungsi secara benar,” tuturnya. (edy)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Naskah Sumpah Perawat Indonesia Lengkap Terbaru: Isi, Makna, Dasar Hukum, dan Kewajiban Etik Tenaga Kesehatan
• 23 jam lalu
0
thumb
Ketua MPR Ahmad Muzani Pastikan Formulasi Hukum PPHN Terus Dimatangkan
• 18 jam lalu
0
thumb
Tegaskan Tak Ada Surpres Pergantian Kapolri, Mensesneg: Itu Hanya Isu
• 22 jam lalu
0
thumb
Paylater Tumbuh 33,5%, Peritel Sebut Konsumsi Ikut Terdongkrak
• 19 jam lalu
0
thumb
Wall Street Ditutup Melemah, Investor Cermati Data Pekerjaan AS
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.