Pantau - Irak melaporkan total 313 kasus demam berdarah Krimea-Kongo (Crimean-Congo Hemorrhagic Fever/CCHF) dengan 24 kematian hingga rekapitulasi mingguan terbaru, termasuk 14 kasus baru terkonfirmasi dan satu kematian di Provinsi Nineveh, Irak utara.
Dhi Qar Jadi Wilayah Paling TerdampakProvinsi Dhi Qar di Irak selatan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 119 kasus terkonfirmasi dan sembilan kematian.
Juru bicara Kementerian Kesehatan Irak Saif al-Badr mengatakan kementerian terus melakukan pemantauan epidemiologis harian di seluruh provinsi.
Ia mengungkapkan, “Kemenkes Irak melakukan pemantauan epidemiologis harian di seluruh provinsi dengan berkoordinasi bersama otoritas veteriner dan otoritas regulator, sembari memperluas kampanye kesadaran dan prosedur deteksi dini.”
WHO Ingatkan Tingkat Fatalitas CCHF Capai 40 PersenMenurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), CCHF ditandai dengan gejala demam, nyeri otot, sakit kepala, dan pendarahan.
WHO menyebut penyakit tersebut memiliki tingkat fatalitas kasus hingga 40 persen.
Penyakit ini telah menjadi demam berdarah virus yang paling umum ditemukan di Irak sejak akhir 1970-an.
Penularan CCHF kepada manusia umumnya terjadi melalui gigitan kutu atau kontak dengan darah dan jaringan hewan yang terinfeksi, terutama ternak.
Irak sebelumnya mengalami wabah CCHF terbesar pada 2023 dengan lebih dari 587 kasus terkonfirmasi dan 83 kematian.





Komentar (0)