Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons aksi unjuk rasa sopir angkutan kota (angkot) trayek M-44 di depan Balai Kota DKI Jakarta, menuntut penyelesaian operasional layanan armada JakLingko yang bersinggungan langsung dengan jalur mereka. Pramono berjanji menindaklanjuti keluhan sopir angkot M-44.
"Ya, nanti saya minta Dinas Perhubungan untuk mempelajari ya," ujar Pramono di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Terkait aksi demonstrasi yang digelar di depan Balai Kota, Pramono mengaku tidak mempermasalahkannya. Dia menilai penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang.
"Tetapi namanya juga negara demokrasi, apa saja boleh untuk berdemo," tegas Pramono.
Ilustrasi - Angkutan Mikrotrans JakLingko melintas di Kampung Melayu, Jakarta Timur. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Sejumlah sopir angkot M-44 rute Stasiun Tebet-Kampung Melayu menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan penolakan mereka terhadap rute JakLingko yang tumpang tindih. Persinggungan trayek yang diklaim berlangsung selama tiga tahun terakhir ini sangat merugikan dan berdampak signifikan pada anjloknya pendapatan harian sopir angkot konvensional.





Komentar (0)