JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Sri Raja Asa mengungkapkan pandangannya mengenai kondisi nasional yang disebut mulai masuk ke fase krisis.
Menurutnya, saat ini Indonesia menghadapi berbagai tekanan di bidang politik, ekonomi, hukum, dan sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah perbincangan bersama Abraham Samad yang membahas dinamika situasi Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Abraham Samad menyinggung bahwa bulan Agustus kerap dikaitkan dengan berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari momentum 17 Agustus hingga sejumlah kejadian yang pernah memicu gejolak sosial.
Sri Raja Asa menilai munculnya berbagai isu yang berkembang di masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kondisi yang sedang dirasakan publik saat ini.
BACA JUGA:Giliran Abraham Samad Penuhi Panggilan Polisi Soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Menurut Sri Raja Asa, Indonesia tidak lagi berada pada tahap menuju krisis, melainkan telah memasuki kondisi krisis yang ditandai oleh berbagai indikator di sejumlah sektor.
"Kalau orang bertanya, apakah Indonesia akan memasuki masa krisis? Itu salah, Indonesia SUDAH krisis, sudah mengalami krisis," ujar Sri Raja Asa, dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia mengaku mengidentifikasi sedikitnya lima bidang yang mengalami tekanan secara bersamaan, yakni legitimasi hukum, ekonomi, politik, kohesi sosial, dan perang narasi.
Menurutnya, tekanan tersebut saling berkaitan dan dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah apabila tidak segera ditangani.
Ekonomi Dinilai Menjadi Keluhan Utama MasyarakatDalam paparannya, Sri Raja Asa menilai persoalan ekonomi menjadi isu yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menyoroti berbagai indikator seperti meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), melemahnya daya beli, berkurangnya jumlah masyarakat kelas menengah, hingga kenaikan harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, persoalan ekonomi jauh lebih mudah memicu keresahan publik dibandingkan isu politik yang sifatnya lebih elitis.
"Masyarakat mungkin tidak terlalu mengikuti isu politik tertentu, tetapi ketika harga kebutuhan pokok naik dan biaya hidup semakin berat, dampaknya langsung dirasakan," ujar Sri Raja Isa.
Selain ekonomi, Sri Raja Asa juga menyoroti persoalan penegakan hukum.
- 1
- 2
- 3
- »






Komentar (0)