Mimpi Besar Tumbuh dari Warung Kecil Orang Tuanya, Ini Perjuangan Purnama Menuju Lapangan Impian

herstory.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Beauty, keterbatasan ekonomi ternyata tidak selalu menjadi penghalang bagi anak untuk mengejar cita-cita. Hal itu tergambar dari kisah Purnama, bocah berusia 12 tahun asal Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang mendapat kesempatan berlatih bersama Pelatih Sepak Bola Nasional Indra Sjafri dan legenda Persib, Atep, dalam McDonald's Football Clinic di Lapangan Mengger Soccer, Dayeuhkolot, Bandung, pada 19 Juli 2026. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan dan dukungan dapat membuat mimpi anak terasa semakin dekat.

Purnama bukan berasal dari akademi sepak bola besar. Selama empat tahun terakhir, ia rutin berlatih di SSB Youth Aurasic Bandung setelah membantu kedua orang tuanya berjualan di warung makan kecil yang berada tepat di samping lapangan latihan. Rutinitas itu dijalaninya sejak usia delapan tahun dengan harapan suatu hari bisa menjadi pemain Tim Nasional Indonesia.

Di balik semangat Purnama, ada perjuangan sang ayah, Heri Mulyana, yang terus berusaha mendukung impian putranya meski kondisi ekonomi keluarga terbatas. Beruntung, pihak SSB memberikan keringanan biaya latihan sehingga Purnama tetap bisa mengembangkan kemampuannya.

“Sejak usia delapan tahun, anak saya berlatih tiga kali seminggu. Meski pihak SSB Youth Aurasic Bandung memberikan keringanan dengan memperbolehkan kami mencicil biaya latihan semampunya, di tengah kondisi ekonomi keluarga, saya sering bertanya-tanya apakah bisa terus mendukung mimpinya menjadi pemain Tim Nasional Indonesia. Namun, melihat semangatnya berlatih bersama Indra Sjafri dan Atep melalui kesempatan yang diberikan McDonald's Indonesia membuat saya yakin bahwa selama Purnama terus bersungguh-sungguh mengejar mimpinya, selalu akan ada jalan untuk mendukung potensinya,” tutur Heri.

Kisah Purnama menjadi salah satu gambaran bahwa banyak anak berbakat membutuhkan akses dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. 

Menurut pelatih SSB Youth Aurasic Bandung, M. Iqbal, bakat tidak hanya lahir dari akademi besar, tetapi juga dari anak-anak yang berlatih dengan fasilitas sederhana.

“Banyak anak berbakat hanya membutuhkan satu kesempatan untuk akhirnya percaya bahwa mimpi mereka juga layak diperjuangkan. Hari ini kami melihat semangat dan rasa percaya diri itu tumbuh dalam diri mereka. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat anak-anak pulang dengan keyakinan bahwa mereka juga bisa meraih mimpi menjadi pesepak bola profesional, apa pun latar belakangnya,” ungkapnya.

Melalui McDonald's Football Clinic, sebanyak 200 anak berusia 8–12 tahun mengikuti pelatihan yang dipimpin langsung oleh Indra Sjafri. Sebanyak 40 anak dari komunitas prasejahtera binaan SSB Palapa Mavericks Jakarta dan SSB Youth Aurasic Bandung juga mendapat kesempatan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa dipungut biaya. 

Selain berlatih, seluruh peserta menerima jersey dan sepatu baru sebagai bentuk dukungan untuk terus mengembangkan potensi mereka.

Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia, Caroline Kurniadjaja, mengatakan pengalaman yang diperoleh anak-anak diharapkan dapat menumbuhkan keyakinan untuk terus mengejar cita-cita.

“Setiap anak memiliki mimpi dan cita-cita yang ingin mereka raih. Melihat semangat anak-anak seperti Purnama mengingatkan kami bahwa sering kali yang mereka butuhkan bukan hanya fasilitas atau pelatihan, tetapi pengalaman yang membuat mereka semakin yakin bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan. Melalui McDonald's Football Clinic, kami berharap anak-anak tidak hanya membawa pulang pengalaman berkesan, tetapi semangat untuk terus berlatih dan semakin dekat dengan cita-cita mereka di dunia sepak bola,” ujarnya.

Indra Sjafri menambahkan bahwa pembinaan usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga pembentukan karakter.

“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga karakter. Anak-anak belajar disiplin, bekerja sama, saling menghargai, dan berani mengambil keputusan. Nilai-nilai inilah yang akan mereka bawa, bukan hanya ketika bermain sepak bola, tetapi juga dalam kehidupan mereka kelak,” jelasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Viral Tumpukan Sampah di Kedaung Kaliangke, Pramono Minta DLH Segera Bersihkan
• 3 jam lalu
0
thumb
Susunan Pemain Persija vs Arema, Shin Tae-yong dan Marcos Lakukan Rotasi
• 23 jam lalu
0
thumb
Pertamina Tingkatkan Literasi Energi Mahasiswa melalui Pertamina Youth Program 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
"Baunya Parah Banget, Khawatir Anak Sakit" Orangtua Keluhkan Gunungan Sampah di SDN Kedaung Kali Angke
• 51 menit lalu
0
thumb
Eks Ketua DPRD Ponorogo Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.