Pengurus yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal setelah temuan sekitar 995 senjata di lingkungan sekolah.
Kuasa hukum yayasan, Hermawanto, mengatakan pembongkaran ruangan dilakukan di luar jam sekolah sehingga tidak mengganggu aktivitas siswa.
“Jadi seperti teman-teman ketahui juga, hari ini baik-baik saja, semua berjalan dengan baik, semua pendidikan berjalan lancar, anak-anak juga sedang pada bermain-main, sedang belajar, dan semua seperti tidak ada apa-apa. Karena memang tidak ada gangguan apa pun buat kami di sekolah,” ujar Hermanto saat ditemui wartawan di sekolah tersebut, Jumat (7/8).
“Karena semua senjata pun semua berada di pihak kepolisian,” tambahnya.
Hermawanto mengatakan yayasan kini berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, KPAI, hingga Gubernur DKI Jakarta. Mereka berharap Gubernur Pramono Anung dapat datang ke sekolah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik.
“Makanya kami sekarang sedang sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kami juga sudah berkomunikasi dengan KPAI, kami juga sedang berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta,” jelasnya.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada atensi dari beliau untuk berkenan hadir kemari untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar itu semua berjalan lancar, bahkan lebih baik dari kondisi yang kemarin,” tambah hermanto
Sebelumnya diberitakan, Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki temuan sekitar 995 senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang. Polisi juga tengah mendalami temuan lain berupa amunisi, narkotika, hingga CD porno.






Komentar (0)