Di tengah meningkatnya peran perempuan dalam sektor pertanian dan perkebunan, peningkatan kapasitas menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat produktivitas sekaligus kesejahteraan keluarga.
Peningkatan produktivitas pertanian harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui modernisasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan peningkatan produktivitas harus diikuti peningkatan kesejahteraan petani, melalui modernisasi budidaya dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kalau petani sejahtera, mereka pasti berlomba-lomba menanam karena usahanya menguntungkan. Sekarang pertanian modern kita percepat. Insyaallah petani semakin sejahtera dan swasembada pangan berkelanjutan bisa kita wujudkan,” ujar Mentan Amran.
Semangat itulah yang tumbuh di Desa Lesan Dayak, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di mana penguatan kapasitas sumberdaya manusia tidak hanya laki-laki, namun perempuan juga ikut andil dalam memajukan perekonomian keluarga, khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit.
Bagi Fatimah, kebun kelapa sawit bukan hanya tempat mencari nafkah. Di sanalah ia dan keluarganya menanam harapan untuk menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, ketika kesempatan belajar datang, dia antusias untuk mengikuti pelatihan. Walaupun, mayoritas peserta adalah laki-laki.
"Pelatihan PERKASA ini sangat penting bagi kami. Kami mempelajari banyak hal, sehingga ekonomi kami bisa menjadi lebih baik lagi," ujar Fatimah, petani sawit Desa Lesan Dayak.
Bagi Fatimah, setiap materi yang dipelajari bukan sekadar teori. Pengetahuan tentang budidaya sawit yang baik, pengelolaan kebun yang lebih efektif, hingga praktik pertanian berkelanjutan menjadi bekal meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarganya.
Harapan yang sama juga menjadi tujuan dari Program PERKASA (Petani Berkualitas dan Sejahtera) yang dijalankan oleh PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), melalui inisiatif TAP Untuk Negeri.
TAP Untuk Negeri percaya ketika petani terus belajar dan perempuan diberi kesempatan untuk berkembang, maka kesejahteraan bukan lagi sekadar harapan, melainkan masa depan yang dapat diwujudkan bersama.
Program ini dirancang untuk mendampingi petani dalam meningkatkan kapasitas melalui pelatihan budidaya kelapa sawit yang baik (Good Agricultural Practices) selama 3 hari dengan konsep 40% teori dan 60% praktik, di mana semua peserta tidak dipungut biaya apa pun.
Bahkan para petani dibekali buku SOP perusahaan yang ditulis ulang dengan bahasa yang mudah dipahami. Harapannya, pengelolaan kebun milik petani akan lebih efisien, produktivitas meningkat, hingga penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Dengan pendekatan yang berkesinambungan, PERKASA tidak hanya membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih optimal, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam mengelola kebun secara mandiri dan bertanggung jawab.
Karena pada akhirnya, ilmu yang dipelajari hari ini bukan sekadar bekal mengelola kebun. ini adalah investasi jangka panjang yang akan terus menghasilkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negeri.






Komentar (0)