KOMPAS.TV – Konsil Kesehatan Indonesia menyesalkan peristiwa perundungan di media sosial terhadap seorang pasien yang mengeluhkan pelayanan kesehatan. Ironisnya, sebagian pelaku perundungan diketahui merupakan tenaga kesehatan dan pegawai rumah sakit.
Konsil Kesehatan Indonesia berharap seluruh tenaga kesehatan lebih bijak menggunakan media sosial serta menghindari pernyataan yang dapat melukai dan menyinggung pasien maupun masyarakat. Konsil juga menegaskan telah melakukan penelusuran terhadap peristiwa tersebut dan akan menindaklanjuti apabila ditemukan pelanggaran, dengan berkoordinasi bersama institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan tempat tenaga kesehatan yang bersangkutan bekerja.
Kasus ini bermula ketika pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan mengunggah keluhannya di media sosial karena harus menunggu selama delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit. Namun, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar negatif dari sejumlah tenaga kesehatan. Belakangan diketahui Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli, delapan hari setelah mengunggah curhatannya.
Sejumlah tenaga kesehatan kemudian menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi atas komentar yang dinilai tidak berempati. Salah satu tenaga kesehatan yang diduga melakukan perundungan diketahui bekerja di RSUD Dokter Soekardjo Tasikmalaya. Direktur RSUD Dokter Soekardjo Tasikmalaya, Budi Tirmadi, menyatakan pihak rumah sakit telah memeriksa yang bersangkutan dan pegawai tersebut mengundurkan diri secara tertulis.
Sebelumnya, seorang dokter PPDS di RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta juga dinonaktifkan akibat komentar yang dinilai tidak berempati terhadap pasien.
#bpjs #kesehatan #konsilkesehatan #rsud #medsos #kompastv
Baca Juga: FULL! Konsil Kesehatan Indonesia Bicara Pasien BPJS Meninggal, 10 Nakes Diduga Terlibat Nir Empati
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- bpjs
- kesehatan
- konsilkesehatan
- nakes
- viral
- dokter





Komentar (0)