Trotoar Dibongkar, Jalan Menyempit, Pengguna Jalan Pemuda Depok Minta Proyek Dipercepat

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan adanya pengerjaan perbaikan saluran dan trotoar di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Depok.

Pasalnya, proyek tersebut menyebabkan jalan menyempit sehingga menyebabkan kemacetan di jam-jam tertentu.

Pejalan kaki juga harus turun ke pinggir jalan lantaran trotoar yang sedang diperbaiki tidak dapat dilalui.

Baca juga: Pencarian Bagian Tubuh Korban Mutilasi di Depok Masih Buntu

Adapun panjang jalan yang dilakukan pengerjaan sekitar 300 meter dari gapura lampu merah Jalan Pemuda hingga depan Kafe Bajawa.

Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis (7/8/2026) siang, kondisi lalu lintas cukup lancar karena di luar jam sibuk.

Hanya saja ketika kendaraan roda empat berpapasan, laju kendaraan harus melambat karena menyempitnya jalan yang bisa dilewati.

Kemudian di lokasi juga terdapat alat berat untuk mengeruk tanah dalam rangka perbaikan saluran.

Baca juga: 4 Jam Pencarian, Bagian Bawah Tubuh Korban Mutilasi di Depok Belum Ditemukan

Saat alat berat ini beroperasi, arus kendaraan menjadi agak tersendat karena harus memberikan jalan untuk pengendara dari arah sebaliknya.

Selain itu, penempatan bahan-bahan proyek seperti paving block, pasir, hingga bekas tanah galian dibiarkan di atas trotoar sehingga membuat udara sekitar menjadi berdebu.

Nampak pengerjaan mulai berprogres.

Trotoar di dekat gapura arah lampu merah sudah disemen dan mulai dipasangi paving block. Demikian juga dengan trotoar di seberang Kafe Bajawa dan depan Indomaret sudah disemen.

Namun di bagian tengah proyek masih belum banyak berubah.

Baca juga: Bagian Tubuh Korban Mutilasi di Depok Belum Ditemukan, Diduga Terbawa Arus Kali Licin

Trotoar masih belum dipasangi apa pun dan tanah yang dikeruk untuk saluran masih berlubang dan digenangi air.

Pengemudi ojol, Lambok, mengatakan, pengerjaan proyek ini cukup mengganggu mobilitas kendaraan yang melintas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Ya ada. Terus terang saja ada. Agak macet. Untuk beraktivitas agak terganggu sedikit lah," ujar Lambok kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Kamis.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berita Populer: Operasional Hemat Truk Listrik Fuso; Sewa Baterai Molis Polytron
• 11 jam lalu
0
thumb
BPK Dorong Penguatan Tata Kelola Meski Seluruh Entitas Raih Opini WTP
• 1 jam lalu
0
thumb
Editorial MI: Ciptakan Pekerjaan Bermartabat
• 13 jam lalu
0
thumb
Maia Estianty Soroti Kasus Pasien BPJS yang Kini Sudah Meninggal Dunia Usai Dihina Nakes, Istri Irwan Mussry Miris
• 10 jam lalu
0
thumb
Kemdiktisaintek Ungkap Investigasi Awal Paper Nobel MBG, Sebut Tak Jadi Bukti
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.