Efektifkah Hukuman Mati untuk Memberantas Korupsi?

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Korupsi terus memakan korban, dari terhambatnya pembangunan hingga membengkaknya kemiskinan.

Di tengah derasnya operasi tangkap tangan dan vonis penjara terhadap pelaku korupsi, wacana hukuman mati kembali mengemuka.

Kali ini, dorongan datang dari Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis yang menilai Indonesia tidak perlu ragu menerapkan pidana mati bagi koruptor.

Menurut Cholil, Indonesia bukan negara yang asing dengan hukuman mati.

Baca juga: MUI Dorong Hukuman Mati Koruptor Berjalan Paralel dengan Perampasan Aset

Vonis tersebut pernah dijatuhkan terhadap pelaku terorisme dan kejahatan narkotika.

Namun, untuk perkara korupsi, ancaman pidana mati yang sudah diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi belum pernah sekalipun diterapkan.

"Kita sudah pernah melakukan hukuman mati kepada (kasus) narkoba dan terorisme. Artinya Indonesia itu tidak tabu dengan hukuman mati, hanya saja belum pernah diterapkan pada kasus korupsi," kata Cholil, dilansir dari laman MUI, Kamis (6/8/2026).

Bagi MUI, hukuman mati diperlukan untuk menghadirkan efek jera, terutama terhadap koruptor yang menyebabkan kerugian negara dalam skala besar hingga memicu kemiskinan dan kerusakan sistemik.

Cholil juga menegaskan hukuman mati semestinya berjalan beriringan dengan perampasan aset sehingga hasil korupsi tidak diwariskan kepada keluarga pelaku.

Pandangan itu muncul di tengah kegelisihan bahwa banyaknya penangkapan koruptor belum berbanding lurus dengan menurunnya praktik korupsi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Penangkapan yang sekian banyak itu bukan keberhasilan pemberantasan korupsi, tapi menunjukkan kegagalan pemberantasan korupsi. Karena orang tidak takut dan orang tidak jera," ujar dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Warga Binaan Ketahuan Umpetin Sabu Usai Diminta Jongkok Petugas Rutan Salemba
• 18 jam lalu
0
thumb
KPK Sebut Terima Permohonan Kejaksaan Agung Periksa Febrie Adriansyah
• 3 jam lalu
0
thumb
Integrasikan Pertanian dan Agrowisata, Pupuk Kaltim Resmikan Kampung Sawah Abadi
• 2 jam lalu
0
thumb
Intip Potret Park So Dam di Film Terbaru, The Journey to Gyeongju
• 20 jam lalu
0
thumb
Hasil Persib vs Persebaya: Bajul Ijo Raih Gelar Perdana Lewat Adu Penalti
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.