JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan TNI akan terus memastikan setiap jengkal wilayah Indonesia tetap aman dan terjaga.
Hal tersebut disampaikan Agus melalui unggahan Instagram-nya terkait Latihan Integrasi TNI 2026 di Dabo Singkep, Kabupaten Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026).
“Dengan semangat TNI PRIMA, kami akan terus memastikan setiap jengkal wilayah, setiap kepentingan nasional, dan setiap kedaulatan bangsa terlindungi demi Indonesia yang aman, kuat, dan berdaulat,” tulis Agus, dikutip pada Jumat (7/8/2026).
Dalam hal ini, Agus menyebut Latihan Integrasi TNI 2026 merupakan wujud kesiapan prajurit dalam menjalankan kedaulatan NKRI.
Baca juga: Prabowo Kumpulkan Menhan, Panglima, dan Kepala Staf TNI, Beri Perintah Jelang HUT RI
“Sebanyak 12.987 prajurit dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU menguji interoperabilitas operasi gabungan melalui simulasi pengamanan wilayah dan obyek vital nasional,” ungkap dia.
TNI sebelumnya menggelar latihan operasi gabungan dalam rangka Latihan Terintegrasi TNI 2026 di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 9 Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8/2026).
Pelaksanaan latihan disaksikan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., serta para Kepala Staf Angkatan.
Operasi diawali dengan serangan udara menggunakan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang membawa bom MK-82.
Baca juga: TNI AU Kerahkan 5 Alutsista Baru dalam Latihan Gabungan TNI di Dabo Singkep
Setelah itu, Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) melaksanakan operasi khusus untuk membuka jalan bagi serangan berikutnya.
Di laut, TNI AL mengerahkan Unmanned Surface Vehicle (USV) atau drone laut kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991.
Pengerahan itu disusul operasi ranjau laut serta infiltrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang mensimulasikan sabotase kabel bawah laut.
Dalam skenario yang sama, satuan siber juga melakukan serangan untuk melumpuhkan sistem kelistrikan lawan.
Setelah sasaran dinyatakan lumpuh, KRI Sampari-628 menembakkan rudal C-705 ke target di darat.
TNI AL juga mengerahkan Bantuan Tembakan Kapal dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331.
Korps Marinir turut memberikan dukungan tembakan menggunakan Multi Launcher Rocket System (MLRS).






Komentar (0)