Teror monyet liar yang selama hampir dua pekan membuat warga Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya berakhir. Seekor monyet berukuran besar yang turut dalam serangkaian serangan terhadap warga berhasil ditangkap tim gabungan setelah masuk ke dalam perangkap besi yang dipasang di Jalan Tampomas, Kamis (6/8).
Penangkapan satwa liar tersebut disambut lega masyarakat. Sebab beberapa pekan terakhir, sekitar 19 warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan monyet yang kerap muncul secara tiba-tiba di kawasan permukiman.
Keberhasilan operasi itu merupakan hasil kerja sama tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Indragiri Hilir, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, serta masyarakat.
Kepala DPKP Kabupaten Indragiri Hilir, Junaidi Ismail, mengatakan proses penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan koordinasi dan pemantauan intensif sejak laporan serangan terhadap warga terus berdatangan.
“Setelah kurang lebih dua pekan kita berkoordinasi dan melakukan pengamatan di lapangan akibat banyaknya warga yang menjadi korban, hari ini tim gabungan dari BBKSDA Provinsi Riau dan Damkarmat Inhil, bersama unsur TNI, Polri, pihak kecamatan, BPBD, serta masyarakat, berhasil mengamankan satu ekor monyet berukuran besar,” ujar Junaidi.
Menurutnya, sebelum monyet tersebut berhasil diamankan, petugas telah memasang dua kandang jebak di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan satwa tersebut.
Perangkap yang akhirnya berhasil menangkap monyet ditempatkan di area semak-semak di bawah pohon, tepat di belakang sebuah rumah kosong di Jalan Tampomas, lokasi yang sebelumnya beberapa kali menjadi tempat terjadinya serangan.
Untuk menarik perhatian satwa itu, petugas menggunakan umpan berupa buah cempedak dan pisang yang memiliki aroma menyengat.
Sekitar pukul 08.00 WIB, monyet tersebut akhirnya masuk ke dalam perangkap besi. Dari hasil pengamatan petugas, satwa liar itu memiliki ukuran tubuh yang cukup besar, dengan tinggi sekitar satu meter, panjang tubuh diperkirakan mencapai dua meter, serta memiliki taring yang panjang.
“Saat ini monyet ganas yang diduga sebagai satwa liar yang telah meresahkan masyarakat telah berada di Kantor Damkarmat Kabupaten Indragiri Hilir,” jelas Junaidi.
Keberhasilan penangkapan itu langsung menarik perhatian masyarakat. Ratusan warga berdatangan ke lokasi untuk melihat secara langsung monyet yang diduga kuat menjadi pelaku teror terhadap belasan warga Tembilahan.
Meski satwa tersebut telah diamankan, petugas masih akan melakukan observasi dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada monyet liar lain yang berpotensi mengganggu permukiman warga.






Komentar (0)