Jakut Bentuk 5 Satgas Cegah Tawuran dan Konflik Sosial

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Utara membentuk lima satuan tugas (Satgas) yang akan bekerja mencegah terjadinya aksi tawuran dan konflik sosial di kota setempat

“Ada lima Satgas yang dibentuk terdiri dari Satgas Deteksi, Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Penegakan Hukum (Gakkum), dan Satgas Bantuan,” kata Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Rohman Yonky Dilatha dikutip dari Antara, Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurut dia, masing-masing Satgas memiliki fungsi berbeda mulai dari deteksi dini wilayah rawan, edukasi kepada pelajar dan pemuda. Seperti, patroli rutin, penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana, hingga pemberian layanan kesehatan serta trauma healing bagi korban maupun pelaku di bawah umur.

Baca Juga :

Pemkot Jaktim Bangun Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu Pekan Ini
Yonky mengatakan jika ada informasi rencana tawuran, seluruh elemen harus siap merespons. “Kami juga melibatkan FKDM dan LMK sebagai mata dan telinga di lapangan," ungkap Yonky.

Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi mengatakan pembentukan Satgas terpadu ini sebagai respons atas maraknya aksi tawuran yang telah menimbulkan korban jiwa dan keresahan di tengah masyarakat. Diharapkan, upaya tersebut dapat menurunkan tingkat tawuran di Jakut.

"Beberapa kejadian yang terjadi sangat memprihatinkan. Mudah-mudahan ini menjadi yang terakhir di Jakarta Utara. Karena itu, kita membutuhkan komitmen dan niat yang sama dari seluruh pihak untuk melakukan pencegahan," ujar Iyan.

Ilustrasi tawuran. Foto: Antara.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan akan dilakukan secara terpadu mulai dari tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT dan RW. Seluruh potensi kerawanan akan dipetakan secara detail sebagai dasar penyusunan langkah antisipasi.

"Rencana aksi ini akan dilaksanakan bersama-sama sampai ke tingkat paling bawah untuk memetakan potensi kerawanan tawuran maupun konflik sosial lainnya," kata Iyan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BBJ 800 Gram di Usia 25 Minggu: Normal atau Terlalu Besar?
• 1 jam lalu
0
thumb
Pakai Indikator Baru, Ini Hasil Survei Haji 2026 dari BPS
• 23 jam lalu
0
thumb
Mampukah KUHP dan KUHAP Nasional Memperkuat Pemberantasan Korupsi?
• 23 jam lalu
0
thumb
Mengapa Independensi Bank Indonesia Tak Boleh Ditawar
• 17 jam lalu
0
thumb
BRIN Pastikan Data Satelit Lampung-1 di Bawah Otoritas Indonesia
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.