HARIAN.FAJAR.CO.ID, GIANYAR – Reza Arya Pratama tampil sebagai pahlawan bagi Persebaya Surabaya dalam final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis malam (6/8/2026).
Sepertinya Reza mulai menemukan performa terbaiknya. Di klub sebelumnya, PSM Makassar, dia gagal bersaing memperebutkan tempat utama di bawah mistar.
Kiper berusia 26 tahun ini masuk pada awal babak kedua menggantikan Ernando Ari dan langsung memberikan kontribusi krusial dengan menepis dua penalti dari Persib Bandung, sehingga membawa Persebaya keluar sebagai juara setelah drama adu penalti yang menegangkan.
Dalam adu penalti yang menentukan nasib gelar juara, Reza menunjukkan ketenangan dan ketangguhan di bawah mistar gawang. Ia sukses menggagalkan eksekusi penalti dari Uilliam Barros dan Hamra Hehanusa, dua penendang Persib Bandung yang gagal menaklukkan penjaga gawang anyar Persebaya tersebut.
“Saya berusaha fokus dan membaca arah bola dengan baik pada saat penalti,” jelas Reza.
Dua penyelamatan penting itu menjadi momen penentu kemenangan Persebaya yang unggul dalam adu penalti dengan skor 6-5, setelah masing-masing tim mencetak gol dari tujuh kesempatan.
Dari tujuh eksekutor Persebaya, enam pemain berhasil menjalankan tugas dengan baik, hanya Yuran Fernandes yang gagal mencetak gol. Sementara itu, Persib Bandung hanya mampu mencetak lima gol dari tujuh kesempatan. Patricio Matricardi, Ramon Tanque, Kakang Rudianto, Julio Cesar, dan Dedi Kusnandar sukses menunaikan tugas mereka.
Namun, kegagalan Uilliam Barros dan Hamra Hehanusa membuat timnya harus mengakui keunggulan Persebaya.
Perjalanan Karier Menuju PuncakReza Arya Pratama lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 18 Mei 2000. Ia memulai karier sepak bolanya di PPLP Sulawesi Selatan dan melanjutkan pengembangan sebagai pemain muda di akademi PSM Makassar.
Setelah promosi ke tim senior, Reza berkembang menjadi pilihan utama di posisi penjaga gawang dan berperan penting dalam keberhasilan PSM Makassar meraih gelar Liga 1 musim 2022/23.
Kesuksesan bersama PSM membuka jalan bagi Reza untuk mendapatkan panggilan memperkuat Timnas Indonesia senior. Kini, ia menapaki babak baru kariernya bersama Persebaya Surabaya pada musim 2026/27, menambah persaingan dan kualitas di sektor penjaga gawang Green Force.
“Bergabung dengan Persebaya adalah tantangan baru yang saya sambut dengan antusias. Saya siap memberikan yang terbaik untuk tim ini,” kata Reza menegaskan komitmennya.
Strategi Pergantian Kiper yang Berbuah ManisReza masuk menggantikan Ernando Ari pada awal babak kedua saat skor masih imbang 1-1. Pergantian ini menempatkan Reza di bawah tekanan tinggi, namun ia berhasil menunjukkan mental baja dan performa gemilang hingga membawa Persebaya meraih kemenangan melalui adu penalti.
Kemenangan ini sekaligus menjadi momen penting dalam karier Reza, yang dari kiper pengganti berubah menjadi sosok paling menentukan di laga final Piala Presiden 2026.
Pelatih Bernardo Tavares tentu akan dibuat pusing untuk menentukan kiper utama di Super League 2026/2027. Pilih Reza Arya atau Ernando Ari?






Komentar (0)