Akui Suka Bikin Blusukan Jadi Konten, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Memang Selalu bawa Kamera...

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengaku bahwa dirinya suka membuat konten berdasarkan setiap kegiatan blusukan ke tengah masyarakat. Penjelasan itu disampaikan setelah muncul tudingan bahwa ia telah membuat konten rekayasa soal pertemuannya dengan seorang kakek pemulung plastik di Ciater.

Dedi menegaskan bahwa dokumentasi kegiatan bersama warga memang sudah menjadi bagian dari aktivitas rutinnya sebagai kepala daerah. Menurutnya, kamera selalu dibawa untuk merekam berbagai interaksi dengan masyarakat yang kemudian dibagikan melalui media sosial.

Baca Juga: Kapok Dikuras Tenaganya, Ini Rencana Dokter Tifa usai Putuskan Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi

"Saya memang selalu membawa kamera untuk merekam aktivitas bersama masyarakat dan mengunggahnya ke media sosial," ujar Dedi Mulyadi, dikutip Jumat (7/8/2026).

Ia menjelaskan, dokumentasi tersebut bukan sesuatu yang dibuat-buat, melainkan menjadi sarana untuk memperlihatkan secara langsung aktivitas pelayanan dan kunjungan yang dilakukan kepada masyarakat.

Menurut Dedi, media sosial saat ini menjadi salah satu kanal komunikasi yang efektif agar masyarakat dapat mengetahui berbagai kegiatan pemerintah secara lebih terbuka. Karena itu, setiap momen yang dinilai memiliki nilai informasi kerap direkam dan dipublikasikan.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya tudingan bahwa pertemuan politikus itu dengan seorang kakek pemulung plastik merupakan bagian dari skenario yang telah diatur sebelumnya.

Dedi membantah anggapan tersebut. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi secara spontan ketika dirinya sedang dalam perjalanan menuju Gedung Sate. Saat itu, kendaraan rombongan ikut berhenti karena melihat keberadaan sang kakek di pinggir jalan.

Menurutnya, momen tersebut juga disaksikan banyak warga yang berada di lokasi. Sejumlah orang bahkan turut merekam peristiwa tersebut menggunakan telepon genggam masing-masing.

Dedi menilai tudingan mengenai rekayasa muncul tanpa melihat fakta di lapangan. Baginya, setiap interaksi yang terekam dalam konten media sosial merupakan bagian dari aktivitas keseharian ketika menjalankan tugas sebagai gubernur.

Ia menambahkan, dokumentasi melalui kamera bukan hanya bertujuan untuk kebutuhan publikasi, tetapi juga menjadi catatan berbagai persoalan masyarakat yang ditemuinya selama blusukan.

Baca Juga: Rocky Gerung: Rombak Menteri Koalisi Tak Cukup, Prabowo Harus Batalkan Perjanjian dengan Elite

Dedi berharap masyarakat tidak mudah mempercayai tuduhan yang beredar di media sosial tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap fakta yang sebenarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menhaj: Capaian IKLHI 2026 Buktikan Peningkatan Layanan Haji Sangat Dirasakan Jemaah
• 11 jam lalu
0
thumb
Warga Jakbar diimbau lakukan deteksi dini kanker payudara
• 5 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia Ditahan Imbang Singapura, Bagaimana Hitung-hitungannya ke Semifinal Piala AFF 2026?
• 23 jam lalu
0
thumb
Pengusaha Dikepung Belantara Tumpang Tindih Aturan
• 18 jam lalu
0
thumb
Kasus Mutilasi di Depok, Pelaku Resign dari Tempat Kerja Saat Hari Kejadian
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.