Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jayapura, Papua, menyusul kasus keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa lebih dari 500 siswa. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tindakan tegas sekaligus upaya mencegah kejadian serupa terulang.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan hasil investigasi sementara menunjukkan penyebab keracunan diduga berasal dari proses memasak yang dilakukan terlalu cepat. Akibatnya, kualitas makanan menurun sehingga diduga sudah mengalami kerusakan saat didistribusikan kepada para siswa.
"Sejauh ini investigasi sementara mereka masaknya kecepatan. Intinya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi. Tidak boleh lagi. Ini fatal. Ya sudah langsung kami suspend, kami copot kepala SPPG-nya. Copot langsung," kata Sudaryono dalam tayangan Headline News Metro TV, Kamis 6 Agustus 2026.
Baca Juga :
Pemerintah Prioritaskan Penguatan Program MBG di Daerah 3TMenurut Sudaryono, BGN menjadikan keselamatan penerima manfaat sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, setiap temuan yang berpotensi membahayakan kesehatan siswa akan ditindaklanjuti secara cepat dan tegas.
Ia menegaskan penghentian sementara operasional dapur tidak berarti layanan Program MBG dihentikan. Distribusi makanan bergizi kepada para siswa tetap berjalan dengan memanfaatkan dapur SPPG lain di sekitar lokasi.
"Yang di-suspend itu bukan berarti kemudian sekolahnya tidak dikasih makan. Tetap diberikan manfaat MBG yang kemudian di-supply oleh dapur-dapur sekitarnya," ujarnya.





Komentar (0)