Pemkot Kediri Uji Coba Penataan Jalan Stasiun, Atur Trotoar dan Parkir Demi Kawasan Wisata yang Lebih Tertib

beritajatim.com
2 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri mulai menerapkan uji coba penataan kawasan Jalan Stasiun sebagai langkah menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. Kebijakan tersebut diterapkan setelah dilakukan sosialisasi bertahap kepada para pelaku usaha di kawasan Jalan Stasiun.

Sosialisasi melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Dinas Koperasi dan UMKM, Kecamatan Kota, Kelurahan Baluwerti, serta para pemilik usaha.

Dalam kesepakatan tersebut, pemerintah membagi trotoar menjadi tiga zona. Zona pertama diperuntukkan bagi penempatan meja dan kursi pelaku usaha, zona kedua merupakan area steril khusus pejalan kaki dan penyandang disabilitas, sedangkan zona ketiga dapat dimanfaatkan pelaku usaha tanpa mengganggu fungsi utama trotoar.

Selain penataan trotoar, pemerintah juga mulai menerapkan pengaturan parkir. Kendaraan roda dua diperbolehkan parkir di sisi selatan Jalan Stasiun pada pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan kendaraan roda empat diarahkan menggunakan kantong parkir yang telah disediakan.

Kebijakan tersebut akan diuji coba selama dua minggu sebelum dilakukan evaluasi bersama seluruh pihak terkait.

Salah seorang pelaku usaha di Jalan Stasiun, Antok, menyatakan mendukung langkah Pemerintah Kota Kediri selama bertujuan menjadikan kawasan tersebut semakin baik.

“Ya intinya kita tetap mendukung, nanti kita cari win-win solution yang terbaik untuk Jalan Stasiun seperti apa. Karena tidak kita pungkiri adanya pembangunan Jalan Stasiun dan sudah menjadi destinasi wisata. Banyaknya pengunjung yang ada di Jalan Stasiun ya kita harus benar-benar berbenah untuk lebih baik lagi,” ujarnya usai mengikuti sosialisasi kedua bersama dinas terkait.

Menurut Antok, Jalan Stasiun kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Banyak warga memanfaatkan peluang tersebut dengan membuka usaha ganda, seperti toko pada siang hari dan angkringan pada malam hari.

Ia menyebut jumlah pelaku UMKM di kawasan Jalan Stasiun kini telah mencapai 21 usaha.

Meski demikian, para pelaku usaha berharap evaluasi selama masa uji coba menghasilkan solusi terbaik, terutama terkait kebutuhan lahan parkir yang dinilai menjadi faktor penting bagi kenyamanan pengunjung.

“Harapan kami tetap boleh kanan kiri tapi khusus untuk sepeda motor. Karena kita lihat animonya masyarakat pengunjung di Jalan Stasiun yang luar biasa. Takutnya kalau mereka tidak mendapatkan tempat parkir yang mudah, mereka nanti mau ke sini akhirnya agak sedikit berkurang. Mungkin ini dari pemerintah ingin mencoba sistem yang baru. Oke sebelah kanan ya kita tetap dukung, nanti kita evaluasi sama-sama seperti apa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperdagin Kota Kediri, Rice Oryza Nursivera, mengatakan penataan dilakukan sebagai respons atas banyaknya aduan masyarakat mengenai kemacetan dan keruwetan di kawasan Jalan Stasiun.

Menurutnya, pemerintah berupaya mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang bagi pejalan kaki tanpa mengabaikan kepentingan pelaku usaha yang telah berkembang di kawasan tersebut.

“Sebenarnya mulainya dua hari yang kemarin. Tapi fix hari ini ya sudah harus berlaku. Ya memang tadi usulannya uji coba, tapi kemungkinan besar akan diterapkan seterusnya,” jelasnya.

Pemerintah Kota Kediri juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan pengunjung untuk mematuhi aturan yang telah disepakati agar Jalan Stasiun terus berkembang sebagai destinasi wisata yang tertib, nyaman, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian warga.

“Kami Pemerintah Kota Kediri menyampaikan terima kasih, karena dengan berkunjungnya banyak wisatawan lokal ataupun nanti luar daerah ke Jalan Stasiun, perekonomian warga di sekitar Jalan Stasiun khususnya dan warga Kota Kediri umumnya meningkat. Cuma kami sangat mengharap kesadaran mereka, boleh nongkrong di Jalan Stasiun, tapi jangan sampai meja atau kursinya ditarik ke zona yang tidak diizinkan tadi,” pungkasnya. [nm/kun]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menkes: Ada Bakteri E Coli di Kasus Keracunan MBG Semarang dan Jayapura
• 14 jam lalu
0
thumb
Sedang Berlangsung! Link Live Streaming Final Piala Presiden 2026, Persib Vs Persebaya
• 5 jam lalu
0
thumb
BGN Beri Tenggat Dapur MBG Urus Sertifikat Sanitasi hingga 10 Agustus
• 13 jam lalu
0
thumb
Wings Air buka rute penerbangan dari Bandung-Lampung
• 4 jam lalu
0
thumb
Destry Damayanti Dorong Empat Agenda Prioritas Riset BI untuk Hadapi Fragmentasi Geoekonomi dan Transformasi Digital
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.