Menkes: Ada Bakteri E Coli di Kasus Keracunan MBG Semarang dan Jayapura

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya temuan bakteri Escherichia coli dalam kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Semarang Jawa Tengah dan Jayapura Papua.

"Laporannya sudah ada, hasil labnya juga sudah ada, jadi memang kita identifikasi ada beberapa makanan yang ada bakteri E. coli-nya, bukan hanya semangka tapi ada beberapa makanan lain," kata Budi saat konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026) malam.

Budi menuturkan, Kemenkes telah mengetahui letak masalahnya dan telah memberikan masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

"Saya pribadi melihat sekarang Pak Sudar ini jauh sangat responsif, jauh sangat terbuka, sehingga kalau dapat masukan itu cepat sekali merespons ya," tuturnya.

Baca juga: Pasien Keracunan MBG yang Dirawat di RSUP Jayapura Berangsur Membaik

Menurut Budi, permasalahan dalam program MBG harus diselesaikan bersama-sama agar kekurangan dalam program prioritas ini dapat segera teratasi.

"Dari sisi SLHS, saya sudah dapat komitmen dari beliau (Sudaryono), beliau akan pastikan itu semuanya dapat dalam waktu yang relatif cepat. Bagaimana caranya kita bisa mencegah supaya ini enggak terjadi lagi," katanya.

Baca juga: 80 Siswa Diduga Keracunan MBG di Jayapura, RSUD Yowari Dirikan Tenda Darurat

Kata Kepala BGN Sudaryono

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BGN Sudaryono menuturkan, kasus keracunan di Jayapura sama dengan yang terjadi di SMK Negeri 6 Semarang lantaran waktu memasak yang terlalu dini atau cepat dari jadwal.

"Kalau di Papua, kita lihat dari log dapurnya, kan kita ada sistem log-nya, kapan persiapan, kapan masak. Jadi memang memulai masaknya kecepatan, kalau enggak salah jam tujuh atau setengah delapan di hari sebelumnya untuk dikirimkan di hari berikutnya di jam 11," kata Sudaryono.


Sudaryono mengatakan, jika memang ada unsur kesengajaan atau sabotase dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), maka BGN akan mengambil tindakan tegas.

"Kalau memang ada unsur-unsur lain, ya misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian," ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dia menegaskan bahwa BGN tidak akan membela siapapun yang terbukti terlibat dalam pelanggaran program MBG.

"Memang kalau ada, ya kita serahkan semua. Bukan kemudian kita tutup-tutupi atau kemudian kita bela-bela. Kalau salah ngapain dibela," tutur Mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Undana bentuk tim investigasi soal kasus mahasiswi depresi
• 9 jam lalu
0
thumb
Bursa Transfer BRI Super League 2026/2027: Sergio Castel Tambah Kuat Aroma Spanyol di Persik
• 5 jam lalu
0
thumb
Cara Cek Status Penerima PIP Kemendikdasmen 2026 SD-SMA/SMK, Siapkan NIK dan NISN!
• 23 jam lalu
0
thumb
DPR Minta Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah Dikaji Lebih Lanjut, Singgung Kondisi Keuangan Negara
• 23 jam lalu
0
thumb
Cek Jadwal Lengkap Layanan SIM Keliling Jakarta 6 Agustus 2026
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.