PT Bank Jago bersama platform investasi Bibit merayakan lima tahun kolaborasi dengan menghadirkan layanan yang semakin terintegrasi bagi masyarakat dalam mengelola keuangan dan investasi. Kolaborasi ini memperkuat peran Bank Jago sebagai bank pilihan investor ritel yang bertujuan untuk mencapai tujuan finansial jangka panjangnya.
Head of Wealth Management Bank Jago, Nyoman Sukmawati, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan layanan investasi yang lebih sederhana, relevan, dan terintegrasi. Karena itu, Bank Jago akan terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra investasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin beragam.
“Jadi setelah lima tahun ini kita melihat ya, ini memang kolaborasi ini dengan pertemuan nasabah yang menggunakan ekosistem Jago dengan Bibit, Stockbit, ya ini sebagai bukti komitmen kita untuk menyediakan pelayanan, perbankan dan investasi dengan cara yang lebih sederhana, simple, terintegrasi,” kata Nyoman dalam agenda Forum Jurnalis Jagoan (FJJ) - 5 Tahun Kolaborasi Bank Jago & Bibit di Jakarta, Kamis (6/8).
Nyoman menjelaskan melalui fitur dalam aplikasi Bank Jago membuat pengguna dapat melihat seluruh aset investasinya. Fitur tersebut memungkinkan nasabah memantau kepemilikan reksa dana, saham, obligasi, hingga aset investasi lain dalam satu dashboard.
Menurut Nyoman, inovasi tersebut menjawab kebutuhan nasabah yang selama ini harus membuka beberapa aplikasi berbeda untuk mengecek portofolio investasinya.
"Nasabah tinggal masuk ke aplikasi Jago, buka Tab Investasi, dan mereka bisa melihat semuanya di satu tempat. Jadi lebih mudah dan tidak memakan waktu lama," kata Nyoman.
Strategi tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi Bank Jago dengan platform investasi Bibit yang dimulai pada Juli 2021. Awalnya, kerja sama difokuskan untuk memudahkan masyarakat berinvestasi di reksa dana melalui integrasi rekening Bank Jago dengan aplikasi Bibit. Hingga 2026,ekosistem Bank Jago, Bibit, dan Stockbit kini telah terhubung dengan 3,6 juta nasabah.
Secara keseluruhan, Bank Jago saat ini memiliki sekitar 17,4 juta pengguna aplikasi. Dengan basis pengguna yang besar tersebut, perusahaan melihat peluang pertumbuhan layanan investasi masih terbuka lebar.
Sementara itu, Head of PR & Corporate Communication Bibit & Stockbit, William, mengungkapkan hingga saat ini Bibit dan Stockbit secara gabungan telah melayani lebih dari 10 juta pelanggan di Indonesia. Jumlah tersebut mewakili sebagian besar investor pasar modal, mengingat jumlah Single Investor Identification (SID) per akhir Juni 2026 tercatat mencapai 28,9 juta.
William menambahkan mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia 25-40 tahun yang didominasi generasi milenial dan Gen Z.
“Gen Z dan Milenial itu walaupun misalnya tidak semua investasinya besar, tapi mereka punya kesadaran dan membangun habit yang baik. Salah satunya lewat SIP dengan kolaborasi Bank Jago dan transaksinya juga ini 3 instrumen transaksi utama yaitu saham, reksadana, dan obligasi,” kata William
William menjelaskan kemudahan integrasi dengan Bank Jago, termasuk proses pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN), turut mendukung peningkatan partisipasi masyarakat yang mengakses pasar modal.
“Kolaborasi ini bukan hanya mengenai integrasi bisnis dan teknologi, tetapi memberikan pilihan investasi sesuai dengan profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan keuangan tiap individu. Fitur Nabung Rutin hasil kolaborasi dengan Bank Jago juga terbukti membantu masyarakat Indonesia membangun disiplin berinvestasi,” ungkap William.






Komentar (0)