CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jika melihat deretan Tongkonan, rumah adat masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan, ada satu hal yang langsung menarik perhatian, bangunan tradisional ini umumnya memiliki orientasi menghadap ke utara.
Arah tersebut bukan sekadar pilihan arsitektur. Di baliknya terdapat pandangan kosmologis yang telah diwariskan dalam kebudayaan Toraja dan berkaitan erat dengan kepercayaan Aluk Todolo.
Dikutip dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), arah utara disebut ulunna lino, yang bermakna kepala atau bagian utama dunia.
Dalam kajian arsitektur tradisional Toraja yang diterbitkan GESTALT, utara dipandang sebagai arah yang dihormati dan sakral karena diyakini sebagai tempat bersemayamnya Puang Matua, Sang Pencipta.
Karena itu, posisi Tongkonan tidak ditentukan semata-mata berdasarkan pertimbangan teknis bangunan.
Orientasi rumah menjadi bagian dari cara masyarakat Toraja menempatkan kehidupan manusia dalam tatanan alam semesta.
Kajian tentang konsep ruang Tongkonan juga menunjukkan adanya pembagian makna berdasarkan arah.
Utara dikaitkan dengan dunia ilahi dan kehidupan, sedangkan selatan memiliki makna yang berlawanan.
Timur berkaitan dengan matahari terbit dan kehidupan, sementara barat berhubungan dengan matahari terbenam serta dunia leluhur.
Makna tersebut kemudian diterapkan dalam tata ruang Tongkonan. Bagian utara rumah menjadi area yang memiliki kedudukan penting.
Penelitian tentang konsep pencahayaan Tongkonan menyebut ruang bagian utara atau tangdo berada di bagian depan dan memiliki fungsi tertentu dalam aktivitas ritual serta penghormatan kepada Sang Pencipta.
Menariknya, Tongkonan juga biasanya berhadapan dengan alang, yakni lumbung padi tradisional. Keduanya membentuk ruang terbuka di tengah yang menjadi bagian penting dari kompleks permukiman Toraja.
Dengan demikian, menghadap ke utara bukan sekadar ciri visual Tongkonan. Arah tersebut merupakan simbol penghormatan kepada Puang Matua sekaligus cerminan kosmologi masyarakat Toraja.
Warisan itu membuat Tongkonan tidak hanya berfungsi sebagai rumah, tetapi juga menjadi pusat hubungan keluarga, adat, ritual, dan identitas budaya.
Kemendikbud mencatat bahwa Tongkonan memiliki keterkaitan kuat dengan Aluk Todolo dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial serta upacara adat masyarakat Toraja.
Jadi, ketika melihat Tongkonan menghadap ke utara, yang sedang kita lihat bukan sekadar arah sebuah rumah. Di sana terdapat cara masyarakat Toraja memaknai hubungan antara manusia, leluhur, alam, dan Sang Pencipta.





Komentar (0)