Anak Aktif di Sekolah? Berikan Camilan Tinggi Protein agar Energinya Terjaga

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Memasuki usia sekolah, aktivitas anak cenderung semakin padat. Mulai dari belajar di kelas, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, hingga bermain bersama teman, semuanya membutuhkan energi yang cukup. Karena itu, orang tua perlu memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi setiap hari.

Dalam acara Hari Anak Nasional 2026 Celebration di Nestlé Gallery, Karawang Factory, Sabtu (1/8), Nutritionist Inne Herayani mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memberikan camilan yang tinggi energi dan tinggi protein, bukan sekadar camilan yang mengenyangkan.

"Saya sarankan sih kasih cemilan ya, atau makanan yang tinggi energi, tinggi protein,” ujar Inne.

Menurutnya, protein berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu pembentukan sel darah merah serta mendukung proses metabolisme. Asupan protein dapat diperoleh dari makanan utama maupun camilan bergizi.

Kreasikan Camilan agar Gizinya Lebih Padat

Agar anak tidak bosan, orang tua bisa lebih kreatif dalam mengolah camilan. Salah satu contohnya adalah membuat perkedel kentang dengan tambahan berbagai sumber protein hewani.

"Memberikan cemilan yang contohnya nih perkedel kentang. Jadi jangan cuma perkedel kentang, campurin tuh sama daging, ayam cincang, campurin sama telur, jangan cuma perkedel kentang,” kata Inne.

Dengan memadukan beberapa bahan tersebut, camilan menjadi lebih padat gizi karena mengandung beragam sumber protein dalam satu sajian. Cara ini juga dapat membantu memenuhi kebutuhan protein anak tanpa harus selalu mengandalkan makanan utama.

Selain camilan bergizi, Inne juga menyarankan orang tua membekali anak dengan susu UHT, terutama bagi anak yang menghabiskan waktu di sekolah hingga sore hari.

Menurutnya, anak tetap membutuhkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang sepanjang hari. Kombinasi makanan tinggi energi, tinggi protein, serta susu dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka selama beraktivitas.

Mengapa Protein Hewani Penting?

Inne menjelaskan bahwa protein hewani memiliki nilai biologis yang tinggi, sehingga mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap dan mudah dimanfaatkan tubuh.

Saat dikonsumsi, protein akan dipecah oleh enzim protease menjadi asam amino yang kemudian digunakan untuk berbagai fungsi tubuh, termasuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan.

“Protein hewani membutuhkan waktu 2 jam untuk diproses oleh tubuh, sedangkan protein nabati bisa memakan waktu sampai 5 jam,” imbuhnya.

Selain itu, pangan hewani juga menjadi sumber berbagai zat gizi penting seperti zat besi, zinc, dan selenium yang berperan dalam mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta perkembangan anak. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk menyajikan menu yang beragam agar kebutuhan protein dan zat gizi penting lainnya dapat terpenuhi setiap hari.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Dibayar APBN, Cicilan Pertama September 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Kim Sang-sik Sindir Thom Haye usai Vietnam Bantai Timnas Indonesia 3-0 di Piala AFF 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Buru Harun Masiku, KPK Ajak Masyarakat Berpartisipasi Segera Lapor Jika Tahu Keberadaannya
• 6 jam lalu
0
thumb
Said Iqbal Pastikan KSPI dan Partai Buruh Tak Gelar Aksi Besar-besaran di Agustus
• 6 jam lalu
0
thumb
Tumbuhkan Ketahanan Ekosistem Pesisir, TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove di Jateng & NTT
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.