Beirut (ANTARA) - Hari ketiga sekaligus hari terakhir putaran ketujuh negosiasi antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat dimulai di Roma pada Kamis, kata seorang pejabat Lebanon kepada Anadolu.
Menurut sumber tersebut, pembahasan difokuskan pada mekanisme pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, penyelesaian penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon, serta penguatan penempatan tentara Lebanon di kawasan perbatasan.
Putaran tersebut merupakan yang kedua kalinya digelar di Roma, setelah lima putaran sebelumnya berlangsung di Washington, DC, sebagai bagian dari proses negosiasi yang disponsori Amerika Serikat.
Perundingan berlangsung di tengah berlanjutnya serangan Israel, termasuk pelanggaran wilayah udara di Beirut dan Tyre, serta serangan udara dan penembakan artileri di Lebanon selatan.
Adapun Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki, dimulai dengan penerapan model percontohan di wilayah-wilayah yang telah ditentukan.
Israel terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon sejak 2 Maret. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan-serangan tersebut telah menewaskan 4.333 orang dan melukai 12.250 lainnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Lebanon-Israel lanjutkan perundingan yang dimediasi AS di Roma
Baca juga: Israel-Lebanon siap negosiasi lanjutan ditengahi AS di Roma
Baca juga: Kepala HAM PBB : Tindakan Israel di Lebanon tergolong kejahatan perang
Menurut sumber tersebut, pembahasan difokuskan pada mekanisme pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, penyelesaian penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon, serta penguatan penempatan tentara Lebanon di kawasan perbatasan.
Putaran tersebut merupakan yang kedua kalinya digelar di Roma, setelah lima putaran sebelumnya berlangsung di Washington, DC, sebagai bagian dari proses negosiasi yang disponsori Amerika Serikat.
Perundingan berlangsung di tengah berlanjutnya serangan Israel, termasuk pelanggaran wilayah udara di Beirut dan Tyre, serta serangan udara dan penembakan artileri di Lebanon selatan.
Adapun Lebanon dan Israel menandatangani kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki, dimulai dengan penerapan model percontohan di wilayah-wilayah yang telah ditentukan.
Israel terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon sejak 2 Maret. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan-serangan tersebut telah menewaskan 4.333 orang dan melukai 12.250 lainnya.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Lebanon-Israel lanjutkan perundingan yang dimediasi AS di Roma
Baca juga: Israel-Lebanon siap negosiasi lanjutan ditengahi AS di Roma
Baca juga: Kepala HAM PBB : Tindakan Israel di Lebanon tergolong kejahatan perang






Komentar (0)