Sekolah Disegel dan Digembok Ahli Waris, Pembelajaran Siswa SDN di Bandung Terpaksa Direlokasi

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pembelajaran siswa SDN 026 Bojongloa, Jalan Cibaduyut, Kota Bandung, Jawa Barat terpaksa direlokasi ke sekolah lain maupun dilakukan secara jarak jauh (PJJ) imbas sekolah disegel dan digembok pihak yang mengeklaim ahli waris. Relokasi tempat belajar belum dipastikan akan berlangsung sampai kapan.

Kepala Sekolah SDN 026 Bojongloa Agus Mohamad Fajari mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung menyikapi penggembokan dan penyegelan sekolah oleh ahli waris. Ia mengaku kebijakan yang ditempuh yaitu relokasi tempat pembelajaran siswa mulai dari PJJ hingga ikut belajar di bangunan sekolah lain.

Baca Juga
  • Suami Istri Nekat Menjambret Handphone di Bandung Gara-Gara Tak Punya Kerja
  • UAD Lantik 11 Dekan Periode 2026–2030, Mantapkan Arah Pengembangan Kampus
  • Pemkot Jakbar Tertibkan PKL Liar dan Parkir Sembarangan di Kembangan

Untuk sementara ini, ia mengatakan, siswa belajar secara jarak jauh di rumah masing-masing. Pihaknya pun memikirkan ke depan siswa dapat ikut belajar di bangunan sekolah lain.

"Dari awal sebelum ada insiden ini kami pun sudah berkoordinasi dengan SDN 148. Kalau dengan SDN 200 sudah berkoordinasi tapi orang tua banyak yang protes karena jauh. Akhirnya ketika dengan SDN 148 mereka mau untuk melaksanakan pembelajaran di sana," ungkap dia ditemui di sekolah, Kamis (6/8/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia menuturkan, apabila terjadi insiden serupa maka pembelajaran akan dialihkan. Terkait PJJ sendiri, Agus mengatakan melihat situasi di lapangan.

Agus menambahkan, penggembokan sekolah oleh ahli waris sudah terjadi tiga kali. Sedangkan masalah sengketa lahan tersebut sudah berlangsung sejak zaman kepemimpinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Pihaknya mengantisipasi agar guru, siswa, dan perangkat sekolah tidak tertekan dengan kejadian tersebut. “Ya pasti yang namanya tertekan, tertekan sih, tapi ya kita juga sebagai terutama kepala sekolah juga harus bisa menenangkan guru-guru, masyarakat, dan lain sebagainya. Jadi saya berusaha tenang aja gitu," kata dia.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IFW 2026 Tunjukkan Batik dan Wastra Nusantara Bisa Tampil Sangat Kontemporer
• 15 jam lalu
0
thumb
Sidang Perdana Dua Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18-19 Agustus
• 13 jam lalu
0
thumb
Polisi: Saepullah Rencanakan Bunuh Kunaefi demi Kuasai Motor Korban
• 2 jam lalu
0
thumb
Presiden Myanmar Kunjungi Thailand, Cari Jalan Kembali ke ASEAN
• 3 jam lalu
0
thumb
ASUS Pamer Laptop Vivobook 14 di JPM Dukuh Atas, Pengunjung Bisa Langsung Coba
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.