TANGERANG, KOMPAS.com — Pegawai bank keliling berinisial PG (35) mengalami trauma usai dianiaya hingga disekap oleh bosnya dan empat rekannya di Panongan, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/7/2026).
"Saat ini korban beserta keluarganya masih sangat takut keluar rumah untuk beraktivitas karena para pelaku belum diamankan oleh pihak kepolisian," ujar kuasa hukum korban, Risman Harefa saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).
Risman menjelaskan, lima orang yang dilaporkan atas dugaan penganiayaan dan penyekapan tersebut saat ini sudah tidak berada di rumahnya, Tangerang.
"Untuk lima orang terlapor itu belum diamankan sampai sekarang. Sudah kabur, sudah tidak ada di tempat. Pihak kepolisian juga belum merilis status mereka itu apakah tersangka atau DPO," tegas Risman.
Baca juga: Karyawan Bank Keliling di Tangerang Dianiaya-Disekap Bos dan 4 Rekannya Usai Ajukan Resign
Risman pun mendatangi Mapolresta Tangerang untuk mempertanyakan perkembangan penanganan perkara tersebut.
"Sejauh ini dari data yang kami terima masih dalam tahap penyelidikan. Makanya kami menanyakan kembali status hukumnya ke Polresta," tambahnya.
Peristiwa tersebut bermula saat korban baru bekerja sekitar empat hari dalam masa pelatihan (training).
Selama bekerja, korban diberikan fasilitas sepeda motor dari perusahaan beserta uang bensin sebesar Rp 35.000 per hari.
Namun, biaya operasional bensin yang harus dikeluarkan korban mencapai Rp 70.000 per hari. Karena merasa rugi, korban memutuskan untuk mengajukan pengunduran diri kepada bosnya ED.
"Nah, jadi kan dia merasa rugi nih. Makanya dia mengajukan pengunduran diri ke bosnya dengan alasan pengin pulang kampung kalau gajinya begini," ujar.
Baca juga: Pesan Terakhir Pekerja Bank Keliling di Tangerang ke Istri Sebelum Disiksa Bos: Kalau Enggak Pulang, Saya Jadi Mayat
Usai mengajukan resign, bosnya ED meminta korban PG menunggu karyawan lain terlebih dahulu. Kemudian korban dimarahi hingga dianiaya oleh bosnya ED dan empat rekannya.
Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan.
Setelah dianiaya, korban PG dipindahkan dan disekap di kontrakan milik pelaku berinisial SD.
Pada pagi sekitar pukul 06.30 WIB, korban memanfaatkan kelengahan para pelaku yang tengah tertidur akibat pengaruh minuman keras.
PG berhasil meloloskan diri melalui jendela yang tidak dipasangi teralis. Usai lolos, korban meminta bantuan kepada ketua RT setempat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)