Presiden Prabowo Subianto mengakui investasi penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia masih sangat minim. Menurutnya, alokasi anggaran riset nasional masih jauh dari kebutuhan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat bertemu dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8).
"Kita koreksi diri kita sebagai bangsa, investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya," kata Prabowo.
Prabowo menilai, kondisi tersebut harus segera diperbaiki. Menurutnya, pemerintah akan mencari sumber pendanaan untuk memperkuat sektor riset dan pengembangan.
Ia mengatakan salah satu sumber pendanaan dapat diperoleh melalui efisiensi anggaran dan pemberantasan praktik korupsi maupun kecurangan.
"Untuk itu tentunya kita perlu dana, dana itu kita cari. Dana itu dari mana? Dari penghematan hal-hal yang korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan, fraud, ya, underinvoicing," jelasnya.





Komentar (0)